PROKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara
seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta,hari
17 boelan 8 tahoen 05
Atas
nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta
***
17 Agustus 2013
Selamat Hari
Kemerdakaan untuk Negara tercintaku Indonesia
Ya hari ini merupakan kemerdekaan Negara ku Republik
Indonesia yang ke-68
Di setiap daerah di Idonesia, entah di area pemerintaha,area
perkampungan,area sekolah aku yakin dan sangat yakin setiap daerah pasti mengadakan upacara bendera dengan versi daerah
masing-masing.
Setiap tahun pun , acara di televisi selalu menanyangkan
upacara bendera hari kemerdekaan Republik Indonesia
Sungguh, tak terasa bukan ketika Indonesia telah menginjak
usia di 68 ini?
Hmm mungkin secara tertulis aku dapat menulis Negara ini
merdeka
Namun kenyataannya Negara ini belum merdeka
Yah bagaimana pun keadaan Negara ini aku tetap bangga
menjadi warga Negara Indonesia.
Well, aku tak tau bagaimana perjuangan para pejuang
terdahulu yang berusaha memerdekakan
Negara ini.
Hmm aku hanya mengetahui tentang ini melalui sebuah pelajaran,situs,atau
beberapa film kemerdekaan.
Entah darimana naluri ku ini muncul yang jelas aku tak punya
alasan untuk tidak bangga terhadap Negara ku sendiri.
Aku rasa setiap orang mempunyai naluri berjuang .
Aku rasa setiap orang mempunyai jiwa nasionalisme.
***
Ini hanya sedikit pengalaman ku ketika aku duduk di bangku
SMA
Pada awal menjadi siswa baru di sekolah yang lumayan ternama
ini
Sebenernya aku mempunyai niatan untuk melanjutkan minat
bakat ku ketika SMP di bidang musik yap ‘marching band’ .
Aku selalu melewati ruangan yang begitu banyak alat musik
tersebut di simpan.
Rasanya sangat gatal sekali tangan ini untuk segera
memainkannya.
Namun suatu hari aku mengetahui ternyata marching di sekolah
yang aku naungi sudah lama vakum
Sungguh sangat sayang ketika alat ada, namun pemainnya tidak
ada .
Ya intinya adalah sekolah ini kekurangan peminat di
marching.
Oh……
Kemudian beberapa minggu setelahnya
Beberapa kaka tingkatku masuk dari kelas ke kelas
Ya aku mendapati mereka masuk ke dalam kelasku
Dan aku tau mereka salah satu anggota paskibra sekolah ku
ini
mereka menyuruh semua siswa/I baru ini berdiri
Aku? Iya aku pun juga ikut berdiri mendengar intruksi mereka
Beberapa kaka kelas itu pun mendatangiku
Menanyakan nama dan
tinggi ku.
Aku menyebutkan nama dan tinggi ku.
Hmm tepat…
Sudah ku duga,mereka
merekrut ku untuk masuk ke dalam anggota paskibra sekolah
Awalnya sih ogah-ogahan tapi tak ada salahnya juga jika aku
ikut toh aku tipe orang yang ga bisa diam tanpa kegiatan jadi ga ada salahnya
bukan jika aku menambah aktivitas ku. Yey!
Setelah aku memasukkan formulir pendaftaran menjadi anggota
paskibra sekolah
Beberapa minggu kemudian aku di lantik.
Yap, tidur di sekolah-gulung gulung tengah malam-lari lari
keliling kota mungkin udah jadi bagian rutinitas biasa hihi
Setelah pelantikan selesai, aku
pun sah menjadi angota paskibra sekolahku.
***
PASKIBRA
Pasukan Pengibar Bendera
Bapak Latief dan Suhud merupakan orang pertama yang
menggerek dan mengibarkan bendera pusaka
Motto PASKIBRA
Disiplin adalah nafasku
Paskibra tidak takut kalah
Paskibra tidak takut salah
Paskibra tidak takut jatuh
Paskibra tidak takut mati
Takut mati jangan hidup
Takut hidup mati sekalian
Kalau ada 1000 kami adalah 1
Kalau ada 100 kami tetap 1
Kalau ada 10 kami yakin tetap 1
Kalau ada 1 ya itulah kami Paskibra
Jadi,ketika kami di tanya berapa jumlah kami , kami pun
menjawab 1
Dan aku yakin setiap paskibra pasti akan menjawabnya seperti
itu
PASKIBRA itu merupakan bunga teratai
Bunga teratai dapat tumbuh di dua tempat yaitu darat dan
air.
Iya maksudnya adalah bahwa anggota paskibra siap
melaksanakan tugas dimana saja.
***
Dan setahun kami mempunyai beberapa upacara yang harus kami
persiapkan
Upacara hari kemerdekaan,upacara hari kesaktian pancasila,upacara
hari sumpah pemuda, upacara hari pahlawan dan lain-lain
Kemudian kami juga mempersiapkan kegiatan-kegiatan
perlombaan lainnya
Gerak jalan,LKBB antar sekolah merupakan beberapa kegiatan
tersebut.
Tapi dari beberapa upacara tersebut upacara yang benar-benar
di persiapkan secara matang dan menguras tenaga ini ialah upacara kemerdekaan.
Iya bagaimana tidak terkadang para
pegawai dari kantor dinas atau kantor daerah sekolahku pun terbiasa mengikuti
upacara di sekolah kami.
Iya mungkin karena dulu kami mempunyai lapangan yang luas
untuk upacara akbar sehingga ketika upacara kemerdekaan seperti ini lapangan
menjadi padat.
***
Setiap upacara hari besar kami mempunyai formasi yang
berbeda-beda.
Fyi, di dalam formasi paskibra untuk hari kemerdekaan terdapat
pasukan 17,8,45
Yap tau kan artinya 17 adalah tanggal kemerdekaan, 8 bulan
kemerdekaan , dan 1945/45 merupakan tahun kemerdekaan
Pasukan 17 merupakan pasukan pengiring
Pasukan 8 merupakan pasukan pengibar atau pembawa bendera
Pasukan 45 merupakan pasukan pengawal
Hmm tapi di sekolah ku hanya memakai pasukan 17 dan 8 saja
iya kalau pasukan 45 mungkin terlalu kebanyakan ya hehe
Setelah pelantikan, upacara terdekat merupakan hari
kemerdekaan
Ya, latihan begitu terasa berat
Sehabis pulang sekolah mugkin kami hanya punya waktu
beberapa jam untuk istirahat makan siang,sholat,ataupun leyeh-leyeh biasa. Dan
selanjutnya latihan tengah hari siang bolong meeennn…..
Iya latihan di lapangan, mungkin jika matahari lagi terik
kami hanya bisa diam menikmati keadaan namun ketika langit sangat mendukung
mungkin kami orang pertama yang bersyukur atas keadaan cuaca yang mendukung ini
Kami berbaris rapi
Hanya ada kakak kelas dan alumni yang mengkomandani kami
Pemanasan ringan sudah kami lakukan.
kemudian....
Kami lari keliling untuk melanjutkan pemanasan
Iya pemanasan dikala cuaca sendu mungkin terlihat tak berat
Namun pemanasan dikala cuaca terik mungkin akan terasa
lelahnya
Bagaimana pun cuacanya kami sudah terbiasa dengan ini.
Kulit menggosong mungkin bukan jadi hal aneh lagi bagi kami
setelah lari beberapa kali untuk pemanasan ,kemudian
dilanjutkan push up,squat jump dan lain-lain
Setelah pemanasan selesai kami melakukan baris bebaris.
Tujuannya untuk apa?
Iya untuk melihat kemampuan baris bebaris kami
Dan dari situ bisa ditentukan kami masuk di pasukan apa.
Setelah baris bebaris beberapa hari kemudian ditentukan siapa
yang akan masuk di pasukan 17 dan 8
Dan alhasil *drumtroll*
aku merupakan salah
satu anggota yang masuk di pasukan 8
iya pasukan pembawa bendera
Pada setiap upacara harus ada pembawa baki
Tak terkecuali pada upacara Hari kemerdekaan
Iya bendera tersebut di serahkan kepada para pengibar
bendera
Hmm beberapa kandidat sebagai pembawa baki di panggil
Iya di panggil dan salah satunya adalah aku
Mungkin aku tidak mau menargetkan apapun untuk hal ini ,
sudah berkontribusi saja pun aku sudah bangga
Aku melihat beberapa kandidat di sampingku, begitu memenuhi
kriteria
Tinggi,hentakan bagus , tangan lurus sesuai irama hentakan.
Dan aku? mungkin aku hanya pemula saja .
Para kandidat ini di berikan latihan tersendiri
Yang lainnya melanjutkan latihan baris bebaris dan kami
mengawali seleksi ini dengan pemanasan kembali dan baris bebaris sendiri.
Setelah melalui tahap itu gugur lah beberapa orang dan
menyisakan hanya aku dan temanku.
Iya saat itu kandidat terakhir hanya kami berdua
Kemudian, kami masuk ke tahap selanjutnya.
Iya push up.
Kenapa mesti push up?
Ini untuk melatih agar telapak tangan kami rata ketika
membawa baki.
Setelah push up masing-masing dari kami melakukan latihan
dasar baris berbaris dan dilanjutkan dengan latihan pemberian bendera kepada
pengibar bendera. Iya dengan gerakan slow motion.
Dan setelah itu kami berdua telah menyelesaikan sesi
terakhir ini
Akhirnya beberapa saat kemudian hasilnya di dapatkan
Aku menjadi pembawa baki untuk upacara kemerdekaan
Entah aku mesti apa yang jelas aku bangga karena aku telah
di percaya untuk untuk membawa bendera ini. Mungkin aku terlalu mejiwai naluri
nasionalisme ku namun aku tak memungkiri hal itu bahwa aku memang bangga.
Setelah pengumuman seleksi pembawa baki . aku melanjutkan
latihan kembali .
Iya aku latihan sendiri dengan push up yang entah aku tak
menghitungnya yang jelas aku terlalu
menikmatinya.
Hari demi hari sudah kami lewati dengan berbagai latihan
yang aku pikir ini –cukup-meguras-tenaga
Hari kemerdekaan tinggal menghitung hari
Dan ketika itu juga kami mendapatkan pengumuman dari kaka kelas maupun alumni kami
Iya karena paskibra identik dengan rambut pendek maka kami
di minta untuk memotong rambut kami semua sama rata.
Aku tau menjadi paskibra harus potong rambut, jadi aku tidak
mempermasalahkan hal ini
Iya pada waktu itu aku belum memutuskan untuk berhijab,
Aku masih mempunyai rambut panjang sepinggang
Dan ………..
Esok harinya aku memutuskan ke salon
Untuk memotong rambutku, aku hanya memotongya sepundak
Kemudian esok harinya aku turun latihan dengan rambut yang
sudah pendek
Betapa hebohnya teman-teman ku yang bukan anggota paskibra
ketika melihat rambut baruku ini
Hmm……
Kami melakukan latihan seperti biasa dan aku melihat warna
baru dengan adanya rambut pendek kami
Entah tapi aku melihat mereka sungguh……well anggun
Terlihat kuat tapi lembut
Setelah latihan selesai, ternyata………
Aku ditegur. Bukan di tegur karena salah pada saat baris
berbaris tapi di tegur karena rambut aku kurang pendek.
Arghh………
Mau pendek gimana lagi?aku pikir ini sudah pendek hmm
Dan kakak pelatih ku hanya mengatakan “besok dipotong lagi
ya rambutnya sedagu, kamu itu pembawa baki nanti pada saat upacara paling di perhatikan
orang jadi potong rambut lagi ya”
Sedagu?Seriously…..
Aku pikir sudah basah ya basah sekalian
Sudah pendek ya pendek lagi juga ga apa-apa deh :”
Ya keesokan harinya aku datang dengan rambut pendek se-dagu.
Oke fine……..
Teman-teman tambah heboh benar-benar heboh………
Mereka berpikir aku
terlalu berkorban dengan diri ku sendiri
Hmm aku pikir ini bukan pengorbanan tapi ini kewajiban
Iya kewajiban akan masing-masing individual
***
Hari kemerdekaan pun telah datang
Persiapan yang kami lakukan pun bisa di katakan cukup matang
Ketika subuh,aku telah mempersiapkan semuanya
Atribut yang di pakai pun telah lengkap
Aku menuju sekolahku, hari itu aku cukup bangga karena tidak
setiap orang melaksanakan tugas seperti ini.
Sesampainya di sekolah aku melaksanakan persiapan ulang
bersama yang lain.
Aku mulai grogi, iya grogi dengan tugas yang akan aku
laksanakan pagi itu.
Aku mulai mengunyah permen untuk menghilangkan ke grogianku
Iya ini merupakan satu kebiasaanku ketika grogi
Dan waktu upacara pun tiba
Aku seorang pembawa baki
Iya kudu senyum tipis :)
Melihatkan keramahan dan ketenangan
Baki yang kubawa ini pun cukup lumayan buat tangan ‘singkal’
Dari awal upacara sampai akhir upacara posisi tanganku harus
seperti ini terus
Iya,untungnya saja aku sudah melatih kemampuan topangan dan
kerataan telapak tanganku dengan push up jadi ya lumayan tidak begitu keram
hehe
Protokol pun membacakan dimana ini adalah saatnya kami
benar-benar bertugas
Aku selalu menyukai hentakan para kaki ini
Kami harus begitu tenang dan fokus dengan aba-aba
Setiap pasukan mempunyai formasi yang beda
Dan inilah tugasku
Semua berhenti menghentakan kaki dan aku memulai tugasku
Aku mendengar hentakan kaki ku sendiri
Memberikan bendera yang kubawa ini kepada para pengibar
Dengan gerakan Slow motion dan seirama dengan pengibar
bendera ini
Setelah selesai memberikan bendera aku kembali ke formasi ku
Sungguh ini adalah salah satu hal yang membuat ku bangga
Iya bangga melakukan hal ini di depan ratusan pasang mata
yang hadir
Lagu Indonesia Raya pun berkumandang
Entah percaya atau tidak
Tapi dengan adanya aku berdiri bertugas diposisi ini aku merinding
tidak biasa
Tugas kami sudah selesai hentakan ini pun ku dengar kembali
Kami menuju ke tempat awal kami
Semua lancar…
Aku merasa keringat ini mengucur,tangan ini mulai keram
Aku mencoba menenangkan diriku
Dan akhirnya selesai jugalah upacara kemerdekaan hari itu..
Kami mengucap kan syukur atas kelancaran upacara hari itu
dan terselesaikanlah tugas kami
***
Beberapa bulan kemudian beberapa aparat angkatan darat
datang ke sekolah kami
Aku mengenal beberapa orang tersebut
Iya, beliau pernah mengajariku lkbb ketika waktu SMP
Dan beliau tinggal di dekat SMP ku terdahulu
Kedatangan beliau untuk menyeleksi beberapa dari kami
Utuk masuk ke tahap paskibra tingkat kota. Dari paskibra
tingkat kota kemudian diseleksi menjadi paskibra tingkat provinsi.
Beberapa dari kami melakukan seleksai tersebut
Kami melakukan hal biasa kami lakukan
Pada saat itu umurku masih 15 tahun dengan tinggi 163 cm
Hmm dan ternyata aku kurang beruntung untuk lolos di seleksi
tersebut
Hanya beberapa dari kami yang lolos
Dan dengan itu aku tidak berkecil hati atau apapun
Karena menjadi anggota paskibra sekolah pun aku sudah cukup
bangga
Bangga karena tidak setiap orang mempunyai pilihan dan tugas
seperti ini
***
Untuk para penerus ,
kuatkanlah tekadmu menjadi para paskibra
Karena tidak setiap pemuda/pemudi Indonesia mendapatkan atau
memilih tugas seperti ini
Untuk semua warga negara Indonesia termasuk pejabat tinggi yang duduk manis di tempatnya
Berjuanglah memajukan bangsa dan negara ini dengan cara yang "jujur"
Selamat Hari Kemerdekaan
Republik Indonesia
Ke-68
