Di era
galaulisasi ini aku memeperhatikan berbagai sudut pandang orang
Aku tak
memahami seutuhnya bagaimana mereka
Namun aku
tau aku harus berbuat apa
Hah,
konyol bukan ketika aku mengatakan tau tapi sebenarnya tak tau apa-apa
Yap
karena aku tak memahami seutuhnya
Aku bukan
manusia sok tau
tapi aku
tau aku harus berbuat apa
Berbuat?
menyikapi
keadaan lebih tepatnya
Tak
banyak yang kuperhatikan
Namun
ketika aku memperhatikan mereka maka aku mendapatkan 2 jawaban
Aku tau
mereka seperti apa dan mereka tau aku sepeti apa
Ini
seperti sinar yang terpantul pada cermin , apa yang ku beri apa juga yang ku terima
Mereka
menilai bagaimana aku dan aku pun juga sebaliknya tanpa sadar atau tidak maka
aku juga menilai mereka di saat mereka sibuk menilaiku
Pantulan
sinar dari sebuah cermin datar itu memang sempurna bukan?
Tidak
membaur kemanapun namun tertuju dengan satu arah
Sama?yap
sama….
Ini
adalah berbagai sudut pandang yang telah aku dengar dan telah aku pahami
Mereka
sebut ini nyata tapi bukan kenyataan
Mereka
sebut ini hal menyakitkan
Mereka
sebut ini kebahagiaan
Lalu aku
menyebutnya apa?
Entah,
yang jelas aku hanya belajar mendengar apa yang mereka ucapkan
Aku hanya
belajar memahami ketika mereka menangis tertawa bahkan merenung
Mungkin
aku bukan orang yang tepat untuk menilai sudut pandang seseorang
Tapi aku
mulai menyimpulkan hal ini…
masa depan VS masa lalu
Masa lalu : mengapa semua orang selalu menantikan mu, masa
depan?
Masa depan: karena aku dapat membuat cerita indah untuk
mereka. Mengapa kamu menanyakan hal sepele seperti itu?
Masa lalu : aku rasa ini bukan pertanyaan sepele. Aku juga
selalu memberikan mereka cerita namun tak seindah kamu dan kebanyakan tak
berakhir bahagia.
Masa depan: karena alasan itulah mereka meninggalkan mu dan
mencari ku. Mengapa kamu tak lenyap saja dari hidup mereka sehingga mereka tak
merasakan bahagia yang dapat berakhir?
Masa lalu: entah, aku tak tau mengapa aku masih bersama
mereka. Aku memang membuat kebahagiaan mereka berakhir namun aku mengajarkan
mereka pengalaman serta pelajaran yang tak akan pernah berakhir sampai mereka
menemukanmu.
Masa depan: tetapi tetap saja kamu membuat mereka merasakan
sakit. Beberapa dari mereka ingin sekali melupakanmu bahkan berharap masa lalu
tak pernah terjadi kepada mereka. Kamu selalu ingin dilupakan bahkan dibenci.
Masa lalu: itu adalah konsekuensi menjadi masa lalu, pernah
dirasakan namun akhirnya tak ingin di rasakan. Apakah kamu menyenangi posisi mu
sebagai masa depan?
Masa depan: aku sangat senang menjadi masa depan . semua orang
mendambakan ku, semua orang mencariku, semua orang ingin bersama ku, semua
orang tidak membenci ku dan semua orang selalu memujaku bahwa aku jauh lebih
pantas mendampingi mereka dari pada kamu yang hanya sebagai masa lalu.
Masa lalu: andaikan kamu paham apa yang kamu katakan ,masa
depan.
Masa depan: aku sadar dan paham akan ucapan ku. Bagaimana
dengan mu,apakah kamu menyenangi posisi mu sebagai masa lalu?
Masa lalu: aku tidak senang namun aku bahagia. aku memang
membuat mereka membenciku,mencaci maki ku,melupakan ku,menyesaliku bahkan ada
yang tak menginginkan ku ada sebagai masa lalu.
Masa depan : lantas megapa kamu bahagia, padahal mereka tak
menyukai mu?
Masa lalu: aku bahagia karena telah memberikan mereka
pengalaman sehingga mereka dapat menemukan masa depan mereka. Aku bahagia dapat
memberikan mereka pelajaran berharga yang tak ternilai dan tak akan hilang
sampai mereka menemukanmu. Sadarkah kamu, tanpa masa lalu kamu sebagai masa
depan tak ada apa-apanya?
Masa depan: aku sadar tanpa masa lalu dari mu , mereka tak
akan mencari aku sebagai masa depannya.tapi sadarkah kamu bukankah mereka
selalu ingin melupakanmu dan meningalkanmu?
Masa lalu: aku sangat sadar,aku sebagai masa lalu sering
sekali di lupakan dan ditinggalkan. Namun aku bahagia karena aku sebagai masa
lalu adalah hal yang nyata.Apakah kamu sebagai masa depan dapat terlihat nyata?
Masa depan: aku nyata, aku selalu di inginkan oleh mereka.
Masa lalu: mereka memang tak pernah menginginkan masa lalu ,
namun aku nyata dan pernah ada bersama mereka walaupun akhir cerita aku hanya
menjadi masa lalu. Sedangkan kamu sebagai masa depan, mereka selalu
menginginkanmu tapi mereka tak pernah tau masa depan itu seperti apa,kamu tidak
nyata wahai masa depan ,buktinya kamu belum tau masa depan mu seperti apa dan
bagaimana akhir ceritanya bukan?
Masa depan: yang aku tau aku selalu dinginkan mereka, karena
mempunyai masa depan merupakan impian semua orang terlebih lagi rata-rata kami
sebagai masa depan tak pernah memberikan akhir yang buruk.
Masa lalu: kamu di inginkan tapi kamu tak nyata, semua hanya
sekedar harapan. Harapan untuk menuju kearah masa depan mu. Tanpa kamu sadari
bahwa kamu hanya menunggu mereka untuk berharap menjadi masa depan. Entah sampai
kapan harus berharap ,menunggu dan berusaha bersama masa depan
Masa depan: kamu tidak di inginkan tapi kamu nyata adanya, kau
selalu ditinggalkan karena tak sesuai harapan hingga menjadi masa lalu.entah
sampai kapan kamu bakalan menjadi masa lalu,tapi ada benarnya kamu menjadi masa
lalu karena tanpa mu mereka tidak akan mengharapkan ku sebagai masa depan
mereka. Tanpa kamu sebagai masa lalu mungkin mereka tak punya pengalaman dan
arahan untuk menuju ke aku sebagai masa depan mereka
Masa lalu vs masa depan: bukankah kita salling melengkapi
kalian? kalian yang tak pernah menyadari arti keduanya. Yang kami tau masa lalu
tidak akan menjadi masa depan,karena masa depan milik kami. Kami?,ya kami yang
dipertemukan dari berbagai masa lalu hingga sekarang kami memasuki tahap
mencari masa depan. Bukan melupakan masa lalu namun ini adalah pembelajaran
yang di ajarkan dan pengalaman yang diberikan untuk mencari bagaimana,apa,dan
mengapa ini menjadi masa depan.
Bukankah masa depan
masih angan-angan yang tak nyata?
itulah sebabnya ada masalalu yang melengkapi arti angan-angan
yang bukan hanya harapan namun dari pengalaman yang diberikan masa lalu itulah
yang kita gunakan untuk menuju masa depan.
Masa lalu tidak akan menjadi masa depan namun jika suatu
saat kau sebagai masa depan terjebak di antara kegundahan maka ingat lah dan pahami
pengalaman mu di masa lalu karena dari situlah kau dapat mengerti berbagai
aturan negative yang tak boleh digunakan di masa depan.
Pada saat terjebak, kamu hanya perlu mengingat dan memahami
masa lalu mu saja , jangan sampai kau memasuki era masa lalu itu kembali karena
jika kamu memasuki era masa lalu mu itu kembali kau tak akan pernah kembali
menjadi masa depannya,karena masa lalu
tidak akan pernah menjadi masa depan.
Aku mulai memahami perkataan ini:
“Aku tak
akan memaksa mu untuk menceritakan bagaimana masa lalumu,yang aku tau kini kau
bersama ku maka berusaha lah untuk meraih masa depan dengan ku”
Belajarlah saling mendengar
Belajarlah saling memahami
Belajarlah saling terbuka
Belajarlah saling berbagi
Belajarlah saling menerima
Belajarlah saling percaya
Belajarlah saling jujur
Belajarlah saling mengerti
Maka kau akan saling melengkapi
Ini hanya tentang education yanga tak kau dapatkan di manapun
Hanya segalian pemikiran dari sudut pandang yang telah aku dengar dan kupahami dari mereka ...
“Suatu
saat kamu akan temukan orang yang tak akan pernah membahas bagaimana masa lalu
mu. Mereka hanya akan membahas bagaimana berusaha meraih masa depan bersama mu”.
