Apa
yang harus aku lakukan ketika orang yang ku percaya dan ku sayang tak
sepenuhnya aku memiliki hatinya,bahkan untuk hal emosi sekalipun.
hai blogger..
iya pada postingan saya kali ini mungkin saya hanya ingin berbagi
cerita dan pengalaman bersama anda.
Well..
Seperti layaknya seorang manusia lainnya
Aku masih diberi rasa terhadap lawan jenis
Setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya jatuh cinta.
jatuh cinta,jatuh hati atau jatuh apapun intinya ya falling in love
deh
To everything you say, I won’t
turn away
And I will listen, open up my
heart and I must say that I love you
Oh love, I’ve fallen in love
and it’s better this time than ever before
Oh love, I’ve fallen in love
and it’s better this time than I’ve ever known
I have fallen in love….
***
Tahun 2008
Saat itu aku masih duduk di kelas IX SMP
Awalnya semua teman laki-laki ku anggap biasa
Sampai pada akhirnya, dia ya dia teman sekelasku yang membuat aku
sedikit menaruh rasa janggal kepadanya.
Setiap bertemu dia aku merasa dunia ini tak berpihak kepadaku,
Hidup ku seperti tak tenteram
Mengapa?
Karena setiap bertemu dengannya aku tak pernah akur
Aku masih ingat waktu itu, dia pernah membuat ku kesal karena ulahnya
dan membuat aku meninggalkan kelas karena kekesalanku kepadanya.
Tapi hal ini tak berlangsung lama
Hmm mungkin benar kata pepatah jawa
Witing Tresno Jalaran
Soko Kulino
Cinta tumbuh karena terbiasa
Iya terbiasa bertemu terbiasa berbicara terbiasa kelahi atau terbiasa
lainnya….
***
Tiap hari aku bertemu dia, awalnya biasa tapi menjadi luarbiasa
Aku sadar beberapa bulan dia memperhatikanku
Aku sadar beberapa bulan dia selalu baik dengan ku
Aneh?iya,banget
Dari ga akur jadi akur
Dan alhasil dia menyatakan perasaannya kepadaku
Kaget?biasa aja sih ……..
Aku kira dia mengerjai aku,
tapi beberapa orang menguatkan aku dan membuat aku percaya bahwa dia
tak main-main dengan hal ini
Dan resmilah kita “jadian”
Ya kata anak gaul jaman dulu sih namanya jadian ga tau deh jaman
sekarang.
Tapi kayaknya masih sama deh yi
Whatever……………………….
Hubungan kami aman tenteram (baca:kadang-kadang)
And sampai akhirnya setelah lulus dari SMP aku masuk SMA yang sama
dengan dia
Argh….
Niatku masuk ke SMA lain tapi Tuhan berkehendak lain
Oke.
Satu sekolah lagi tapi untungnya sih ga satu kelas
Untung banget………
***
Masa-masa hubungan labil kami pun terjadi ketika aku kelas XI SMA
Why?
Ada saja masalah sehingga kami memutuskan untuk tak sama-sama
Hmm hari demi hari rasanya bagaikan sayur tanpa garam
Kelas cuma sebelahan otomatis sering banget ngelihat
Ah rasanya ingin sekali aku tak melihat dia
Hmm walaupun kami “end” tapi aku dan dia tetap berkomunikasi bahkan
mengobrol ketika waktu istirahat
Dia menceritakan seseorang wanita imut yg sedang mencuri perhatian
dia.
Hmm sebenarnya aku sudah tau bahwa dia menyukai perempuan ini dari
sepupunya
Tapi aku tak tau wajah wanita itu padahal wanita itu adik tingkat
kami dan otomatis satu sekolah.
Mungkin feeling ku ini sudah terasah oleh berbagai masalah.
Ketika aku merasakan hal yang janggal pasti feeling ini menepatkan
dugaanku
Hmm…
Aku membiarkan hal ini terjadi
Aku bukan siapa-siapanya lagi aku tak berhak hanya sekedar cemburu
atau pun melarangnya
yang seharusnya milik kita
akan kembali ke kita jika bukan yah mungkin dia hanya titipan Tuhan untuk
sekedar memberikan pelajaran.
***
Beberapa minggu kemudian dia kembali kepadaku
Iya kembali , kata anak gaul era itu sih “balikan”
Hmm bodoh ya aku?
Aku hanya menjalani apa yang ingin kujalani saja
Dia mengatakan terdapat ketidakcocokan terhadap wanita itu
Entah , yang jelas aku tak mau membahasnya
Hubungan kami ya cukup tenteram.
Mungkin……..
Aku suka membawa bekal makanan ku yang kumasak subuh dan kubawa untuk
dia
Hmm makanan yang paling sering kumasak buat dia adalah martabak mie
Dia suka dan aku suka melihat cara dia makan.
Kata teman-teman sih kami pasangan harmonis nan so sweet
Kata teman-teman sih kata teman-teman……
And then……….
Kenaikan kelas menuju kelas XII
Kelasku bersebelahan lagi sama dia meeennnnn!
Ya seperti biasa dr kelas X SMA sampai kelas XII SMA pun aku
kadang-kadang membawakan bekal untuk dimakan bersama
Malu?
Engga lah..
Bawa bekal ke sekolah kan engga berdosa
Iyakan , iya dong :D
Aku hanya membuat suasana baru di setiap hubungan ku dan dia
***
Keharmonisan yang kami jalani itu tak berlangsung lama
Dia mulai melakukan ‘hal’ yang
membuat ku untuk berpikir kesekian kalinya
Wanita tinggi nan cantik itupun telah membuat dia jatuh hati padanya
Lantas aku?
Iya aku wanita yang menemaninya selama hampir 3 tahun
Aku wanita yang tak pernah memberi alasan mengapa aku masih tetap
bersamanya
Aku wanita yang tak dia tau bagaimana perasaan ku ini ketika
mengetahui hal itu
Hal yang sama terjadi kembali dan aku bukan menjadi lemah tapi
menjadi akan siap dengan hal ini
Hmmm…..
Kami masih jadian pada saat
itu dan aku merasakan sesuatu hal yang janggal kepadanya
Pada awalnya ini hanya menjadi rahasianya
Aku hanya mendengar kabar angin ini dari orang lain
Dan beberapa hari kemudian aku
langsung menanyakan hal ini
“apakah kamu menyukai perempuan lain?”
Dia hanya menunduk dan menjawab “iya”
Hatiku serasa semerawut,tak tau harus apa
“siapa perempuan itu?sekolah dimana dia?apakah aku mengenalnya?”
lanjutku
“kamu tidak mengenalnya,aku tidak akan memberitahumu. Aku takut kamu
berbuat sesuatu kepadanya”
Iya, pada saat itu aku memang sedang emosi tapi aku masih punya otak
dan hati untuk tak bertindak gegabah.
Aku meggunakan feeling ku.
Kemudian aku meminta kepadanya untuk bersedia meminjamkan
handphonenya.
Entah mengapa tapi rasanya ingin sekali aku mengetahui apa yang
membuat hati ini janggal
Dengan berat hati dia memberikan handphonenya
Kubuka handphonenya, kubuka messageya
Nothing
Tak ada satupun message dari siapapun bahkan dari aku
Aku yakin dia telah menghapusnya terlebih dahulu.
Aku mulai membuka kontak nya
Dan aku menemukan satu nama yang membuat feelingku ini semakin kuat
Iya….. nama itu tak kukenal
Entah,mungkin ini hanya hipotesis ku saja
***
Keesokan harinya aku dan dia berbicara bersama
Tak seperti biasanya, malam itu aku tak mau di jemput olehnya
Aku hanya menggunakan motorku menuju sebuah cafe yang tak jauh dari
rumahku
Dan di tempat itu……………..
Semuanya berubah, ah begitu sakit begitu konyol
Aku mempertahankan orang yang tak sepenuhnya ingin bersama ku lagi
Aku tetap ingin bersamanya walaupun aku merasakan sakit
Aku telah siap, yah walaupun aku tau aku tidak hanya menjadi
satu-satunya namun aku sudah siap menjalaninya.
Sangat bodoh ketika aku tau, aku tidak menjadi satu-satunya tapi aku
tetap mempertahankan perasaanku yang tida ingin berpisah dengan dia.
Lalu dia mulai berkata dan membuat ku berpikir kembali
“aku tidak mau kamu sakit terus-terusan dengan perasaan dan sikapku
ini,beri aku kesempatan untuk dapat bersamanya. Aku tak mau jika harus
berbohong terus dengan kamu tentang perasaanku ini. Aku menyukainya….”
Aku hanya terdiam dan menangis
Rasa sakit ini benar-benar sakit
Dia membuat keputusan meninggalkan aku yang telah hampir 3 tahun ini
bersamanya
Jenuh?iya itu salah satu faktornya
Orang ketiga?mungkin tak pantas aku menyebutnya seperti itu karena
perempuan itu tak salah dan lelaki yang di hadapanku ini pun tak salah
terus yang salah siapa?
Tak ada yang patut di persalahkan , ini hanya masalah perasaan yang
tak dapat dibohongi.
Hanya itu…..
Aku menghargai keputusannya
Aku mulai mengontrol emosi ku kembali
Aku tak suka memaksa seseorang untuk bersama ku
Apalagi tentang perasaan, jika dia menyukai wanita lain maka aku tak
akan memaksanya untuk bersama ku. Perasaan seseorang adalah hak setiap orang.
Lantas bagaimana dengan perasaanku?
***
Yang seharusnya milik kita
akan kembali ke kita. Jika dia pergi meninggalkan aku, maka aku tak perlu
bersedih.Justru yang harusnya bersedih adalah dia. Karena dia telah
menyia-nyiakan seseorang yang betul-betul menyayangi dia hanya untuk seorang
wanita lain. Aku senang karena Tuhan membuka kan mata ku untuk melihat seperti
apa dia sebenarnya. Sebelum aku menjalani ke tahap yang lebih serius. Tuhan
menyayangi ku Tuhan melindungi ku dan Tuhan memberikan aku sebuah pelajaran.
Aku bersama seseorang dengan jangka waktu yang lama belum tentu aku berjodoh
dengannya,mungkin dia hanya menjadi sebuah cerita bahkan sebuah pelajaran untuk
memperkuat diri ku ini.
Aku menghargai keputusannya
Aku menghargai perasaannya
lebih baik jujur walaupun
menyakitkan daripada harus disembunyikan. Karena sebuah hubungan yang sehat
adalah ketika kedua pasangan ini saling terbuka pikiran dan terbuka hati
sehingga tidak ada kejahatan lidah maupun sikap.
Aku salut dengan dia yang berani mengatakan kejujuran walupun itu
membuat ku sakit
dia menyukai wanita itu dan meminta ijin kepadaku agar dia bisa lebih
dekat dengannya
Aku rasa aku akan cukup egois
jika aku mempertahankan hubungan jika salah satu dari kami tak sepenuhnya
memiliki hatinya.aku cukup salut dengan ijin konyolnya tersebut. Ya salut
karena dari awal dia telah jujur denganku sehingga aku bukan seorang yang dikatakan “anda telah
dibohongi” dikemudian hari. Ini memang menyakitkan tapi aku puas karena aku tau
semuanya dari awal. Hmm sedangkan wanita itu?mungkin dia telah dibohongi oleh
laki-laki ini, iya laki-laki ini mengatakan kepadaku bahwa ia telah mengatakan
kepada wanita itu bahwa dia telah putus denganku.padahal kan belum -.-
Sekuat apapun aku mempertahankan hubunganku ini akhirnya hubunganku
ini kandas juga.
Bukanya aku menyerah,tapi aku bukan tipe orang yang suka memaksa
perasaan seseorang.
Jika dia menyukai perempuan lain ya silahkan saja, karena yang namanya
perasaan itu tak bisa dibohongi. Seberapa pun aku menginginkan dia dan
mempertahankan hubunganku jika pada akhirnya hati kecilnya ingin bersama orang
lain mengapa aku harus menghadanginya? yang memang milik kita pasti akan
kembali ke kita tanpa kita pinta sekalipun.
***
Hmm teman-teman ku mengecap wanita itu sebagai orang ketiga
Entah mungkin mereka yang terlau care denganku atau gimana tapi aku
tak sependapat dengan mereka.
Aku tak mengecap wanita itu sebagai orang ketiga.
Sungguh, aku harus memposisikan diriku jika aku menjadi wanita itu
Dia tak salah, ini hanya masalah perasaan dan tak ada yang pernah
salah dengan perasaan.
Dan akhirnya beberapa hari kemudian aku mendapatkan kabar bahwa
laki-laki ini telah meresmikan hubungannya (baca: jadian) dengan perempuan itu
.
Syok?
Aku tidak terkejut , karena aku sudah mengetahuinya dari awal
Tapi teman-teman ku bahkan hampir seluruh kelas heboh mendengar
berita ini
waktu itu aku merasa jadi topic bahan pembicaraan untuk beberapa
minggu.
Hanya untuk pergi ke kantin pun aku mendapatkan penguatan dari
teman-teman lain yah padahal aku tidak kenapa-kenapa.
It’s okey mungkin mereka care dengan ku
***
Suatu hari ketika waktu istirahat aku membuka sebuah akun ku di dunia
maya
Dan aku membaca sebuah status yang ditulis oleh lelaki itu di dunia
maya
Yah isinya berisikan aku jangan menganggu hubungan mereka.
Aku mengganggu hubungan orang??
Ya Tuhan……
Lelaki seperti apa dia ini………..
Aku hanya diam
Ya diam memikirkan dimana letak kesalahan ku sehingga aku di katakan
pengganggu
Padahal selama mereka berhubungan aku tak pernah mengusik nya atau
mempermasalahkan hal ini.
Argh…
Sudahlah itu status bukan buat ku
Aku hanya berpikir positif dengan keadaan ini.
Tapi hal ini malah melemahkan ku ketika aku membaca sebuah pesan yang
dikirimkan dia untukku
Hah! Scenario macam apa ini.
Rasanya aku ingin mencaci maki dia!
Dan……………
Teman-teman ku pun yang mengetahui sikap diam ku di kelas tak seperti
biasanya itu mendatangiku dan menanyakan keadaanku.
Aku tak menjawab hanya diam saja
Diam untuk mengontrol emosi ku
Ya diam , berusaha mengatakan
tak ada apa-apa dan aku tak kenapa-kenapa.
Mereka mengambil handphone yang kugenggam sedari tadi dan melihat
status dan pesan dari lelaki tersebut
Alhasil……..
Mereka marah iya marah benar-benar marah.
Mereka berpikir aku tidak pernah berbuat sesuatu yang mengganggu
hubungan mereka tapi mengapa dia berkata seperti itu kepadaku?
Sudahlah aku malas memperpanjang masalahku
Tapi tak begitu dengan teman-teman ku
Mereka meradang
Dan mendatangi lelaki tersebut
Ya Tuhan……
Ada apa dengan teman-teman ku?
Mereka care dengan ku tapi aku tak suka memperpanjang masalah
Dan….
Seketika waktu itu juga kelas ku dan lelaki itu bahkan kelas lain
heboh melihati teman-teman ku yang mendatangi lelaki itu.
Arghh…..
Aku langsung menyusul teman-temanku dan menghentikan aksi nekat mereka.
Iya biarkanlah itu menjadi urusanku dan aku tak suka memperpanjang
masalah yang aku pikir sudah selesai.
Selesai karena aku merasa bukan siapa-siapa dia dan aku merasa tak
menganggu hubungan dia.
Dari sinilah aku dan dia kembali tak akur bahkan hanya untuk sekedar
menyapa di sekolah.
Banyak sekali orang yang care dengan ku ketika aku menghadapi masalah
ini
Sampai-sampai lelek bakso langganan di sekolah ku pun ikut
menguatkanku ketika aku mengadapi masalah ini :“
Thankyou so much
***
hubungan mereka tampak semakin harmonis
bahkan lelaki ini pernah sengaja lewat di depan kelasku hanya untuk
pamer kemesraan
hah?supaya apaaaa?
Supaya aku bilang kalian so sweet gitu?
Ngimpi ! -.-
Aku tak begitu menghiraukan hubungan mereka
Iya waktu mereka lewat dengan mesranya dan dengan penuh kesengajaan
itu tiba-tiba aku nyeplos
“kamu mau jungkir balik di depan ku pun aku ga peduli”
Ini bukan marah tapi ini bentuk kekesalan dan emosi yang sudah di ujung kepala.
Teman-teman ku pun yang berdiri di sampingku mungkin hanya bisa
menguatkanku saja
Aku ini hanya manusia biasa
Terkadang emosi itu pasti ada
Dan kesabaran ku? Sabar itu tak ada batasnya mungkin saat itu aku
yang membatasi kesabaranku
Pernah ketika lelaki ini mengundang ku di acara sweet seventeen nya
Iya….aku bukan siapa-siapa dia lagi dan aku harus menempatkan diriku
sesuai tempatnya
Aku datang ke acara nya karena aku menghargai dan aku harus
menunjukkan sikap gentlewoman ku :D
Kemudian aku memutuskan untuk datang bersama teman-temanku yang
memang dia undang juga
Malam itu rasanya bumi seperti slowmotion
Ah semua kejadian berasa lambat dan aku tak menginginkannya
Sebelum ke acara tersebut teman-teman ku memberikan penguatan ku
terlebih dahulu
Oke tenang hatiku dan otakku sudah terlatih untuk mengontrol diri.
Aku dan teman-temanku memasuki sebuah cafe dipinggir jalan
Dan aku menuju kearah dia
Iya dia dan disampingnya ada si wanita itu
Sakit hati melihat mereka berdua menerima tamu?
Tidak!
Aku hanya bersikap biasa dengan keadaan yang kuanggap biasa saja.
Tatapan mata itu membuat aku sedikit bingung
Mengapa dia menatapku seperti itu?
Tak sadar kah dia wanita itu berada disebelahnya?
Aku baik-baik saja,bahkan lebih baik daripada sebelumnya
Berhentilah untuk menatap penuh pertanyaan seperti itu.
***
Sedari awal aku sudah tak ingin memperpanjang masalah ini
Dan berita yang sedari awal heboh telah redup
Aku?
Aku tidak terlalu memikirkannya
Aku lebih fokus ke studi ku iya karena saat itu mendekati UN dan kami
disibukkan dengan try out
Oke salah satu obat patah hati
adalah sibukkan dirimu sesibuk apapun sampai kau tak mengingat masalahmu
***
Hubungan mereka cukup lama
Sekitar setahun..
Kok aku tau?
Iyalah aku tau semua
Bukan karena aku menstalkeri
hubungan mereka atau mencari tau sejauh mana hubungan mereka
Tapi aku tau semua dari lelaki itu
Dan di sinilah cerita nya berbalik
arah …
Entah mengapa lelaki ini tiba-tiba berubah menjadi lelaki yang
kukenal di awal dahulu
Aku hargai niatnya untuk berbaikan dengan ku
Aku hargai niatnya untuk berteman dengan ku
Aku hargai niatnya untuk menjalin silaturahmi dengan ku
Mungkin disaat itu aku hanya berpikir
Apakah otak dan hatinya sudah sadar oleh mana sikap yang salah dan
mana sikap yang benar?
Entahlah..
***
Ulang tahun ku saat itu bertepatan dengan UN
Seperti layaknya anak SMA
Setiap ucapan dan kejutan itu selalu ada
Setelah waktu ujian selesai
aku dan teman-temanku duduk di salah satu kursi panjang
seseorang laki-laki yang ku kenal datang menghampiri
iya itu dia…
dia hanya memberiku sebuah bungkusan yang berisi sebuah hadiah
“ini yi buat kamu”
“apa ini?”
“udah ambil aja, cepetin. Nanti ada yang liat kalau aku mendatangi
kamu”
Kemudian dia pergi
“Terus kalau ada yang liat kenapa?toh kan kamu yang nyamperi aku, ya
berarti itu urusan kamu” batinku
Aku membalikkan badanku dan menuju tempat duduk itu kembali
Sudah kuduga teman-teman heran mengapa dia masih memberiku hadiah
Ini hanya hadiah dan tak berarti apa-apa,bukan?
***
Dari hari ke hari ,selanjutnya ……
Dia menghubungiku hanya sekedar say
hello atau bahkan mengajak ku mengobrol
Dan tak jarang pun dia menelponku hanya untuk menceritakan apa yang
ingin dia ceritakan kepadaku
Rasanya ingin sekali aku mengatakan
Tak ingatkah kamu dengan kelakuanmu beberapa bulan lalu?
Bolehkah aku menggamparmu untuk rasa kecewa dan sakit ini?
Bolehkah aku memakimu untuk meluapkan rasa kesalku?
Emosiku terlalu bergejolak
Namun aku yakin hatiku masih bisa mengontrol sisi dari emosi ku ini
Mengapa iya menghubungiku?
Bahkan tak jarang dia menemuiku?
Aku hanya beranggapan
Sesuatu yang terjalin lama
kemudian pisah maka salah satu individu akan memulai adaptasi dengan lingkungan
baru. Jika tak sesuai dengan lingkungan barunya maka dia akan mencari
lingkungan lamanya tanpa harus meninggalkan lingkungan barunya.
Sungguh konyol!
Dan pada akhirnya suatu masalah berbalik kepadaku
Perempuan itu menghubungiku
Dan mengatakan jangan mengganggu lelaki yang telah bersamanya .
Bahkan kami sempat berkomunikasi secara panjang lebar via short message service
Dan aku sangat geram ketika aku dianggap sebagai orang ketiga yang masuk ke hubungannya dan merusak hubungannya
Terkadang aku bingung sendiri
Mengapa mesti aku lagi yang kena?
Mungkin saja dia mengecek handphone laki-laki itu atau mungkin saja
ada sebuah mata-mata yang mengatakan hal yang tak baik tentang kami.
Hmmm malam itu . aku dan wanita ini saling “sms” ya dia benar-benar
memaki ku dan aku harus bersikap elegan untuk mengontrol sikapku dan
mengimbangi keadaan yang panas ini.
Sungguh di cap sebagai orang
ketiga oleh seorang wanita,yang dulu tak sama sekali kuanggap sebagai orang ketiga di hubunganku ini rasanya
seperti memakan buah simalakama.
Dosa apa aku ya Tuhan…
Apakah ini bentuk teguran dari mu?
Aku harus kuat mental ketika aku mulai di singgung di suatu jejaring
sosial bahwa aku telah mengganggu bahkan sebagai orang ketiga di hubungannya.
*elusdada*
Orang tua ku tak pernah mengajariku untuk mengambil sesuatu yang
bukan milik ku.
Dan ibuku, iya ibu terhebat sekaligus sahabat terhebat yang selalu
mendengarkan setiap ceritaku beranggapan masalah ini tidak logis.sangat tidak
logis.
Ibu tau lelaki itu seperti apa dan ibu tau aku seperti apa.
Jika wanita itu beranggapan aku sebagai orang ketiga
Oke,itu hak dia
Tapi aku juga mempunyai hak untuk membela diriku.
Aku tak suka memperpanjang masalah
Kemudian aku meminta ijin kepada lelaki itu untuk dapat bertemu
dengan wanitanya.
Mengapa aku harus meminta ijin lelaki ini untuk bertemu dengan
wanitanya?
Iya masalahnya disini adalah mereka mempunyai sebuah hubungan.
Aku tak ingin memperkeruh masalah dengan langkahku yang salah.
Jika lelaki itu mengijinkan aku untuk menyelesaikan masalah. Maka aku
akan bertemu dengan wanita itu
Namun jika lelaki ini tak mengijinkan aku bertemu dengan wanitanya,
maka aku tak akan bertemu.
Karena ini menyangkut hubungan mereka bukan hanya masalahku dan
masalah wanita itu saja.
Malam itu aku mengajak perempuan ini untuk bertemu bertiga esok hari
Iya aku lakukan hal ini tak terlepas dari ijin lelaki tersebut.
Mungkin ini adalah sebuah tindakan konyol dimana aku mengajak bertemu
bertiga bersama lelaki itu dan menjelaskannya kepada wanita itu. Aku bukan
pengganggu hubungan orang dan aku tak pernah ingin hubungan orang hancur
seperti yang pernah ku alami dulu.
Keadaan berbalik bukan?
Dulu aku yang menjadi di posisi wanita itu tapi aku tak pernah
mendapatkan kejelasan dari wanita itu, sekarang?iya sekarang aku harus
menjelaskan sesuatu hal yang tidak aku perbuat. Aku tak ingin membuat orang
kecewa,sakit hati,maupun merasa terganggu karena kehadiranku.
Aku memutuskan untuk menjemput wanita itu dan bersama-sama pergi
ketempat yang telah kami sepakati.
Entah wanita itu setuju dengan terpaksa ataupun tidak,yang jelas
wanita itu meyetujui bahwa aku yang akan menjemputnya bukan lelakinya.
Konyo yal?aku menjemput orang yang telah berkata tidak benar
tentangku?
iya teman terdekatku pun mengatakan aku bodoh karena mau saja
menjemput wanita itu
Aku hanya melakukan sebuah tindakan, yaitu aku merasa benar dan aku
tak takut untuk menghadapi hal ini. Aku merasa benar dan aku buktikan ke mereka
berdua aku tak selemah yang mereka pikirkan.
iya aku buktikan aku gentlewoman
Aku tak akan jatuh hanya dengan beberapa sentilan,aku terlalu kuat
untuk menopang diriku dari setiap masalah yang menimpa ku.
Kemudian di saat aku selesai berkomunikasi dengan wanita itu , lelaki
ini menghubungi ku dan mengatakan kepadaku
“aku sama dia bakalan putus besok di hadapanmu” ujarnya
Aku hanya terdiam
Diam untuk mengalihkan masalah ini
Diam untuk meredakan emosiku dan emosinya
Biarakanlah esok hari kita selesaikan masalah
Bagaimana endingnya mungkin itu urusan esok hari
***
to be
continued…
