Ketika itu
langit kurang mendukung
Terlihat tanda
akan turunnya butiran air melimpah yang kita sebut hujan
***
pagi itu aku berkomunikasi
dengan lelaki itu
iya merencanakan
bahwa aku akan menjemput wanitanya
“aku ga tau
rumah nya,gimana?”
“kenapa kamu ga
nanya yi?”
“malassss”
“yaudah nanti
barengan aja jemput dia,mungkin aku tunggu kamu di dekat rumahku aja ya yi”
“oke”
Gerimis mulai
turun
Aku menanyakan
apakah aku jadi menjemput wanita itu atau tidak
Aku mengirimkan
sebuah message ke wanita itu
Dan beberapa
saat kemeudian aku mendapatkan balasannya
Aku segera
menjemputnya untuk menyelesaikan masalah ini
Diperjalanan aku
berjumpa dengan lelaki yang sedari tadi menunggu ku untuk bersama-sama
menjemput wanita nya.
Aku sangat
mengenal punggungnya.
Kukejutkan dia
dengan tiba-tiba menghentikan motorku disampingnya.
Dia hanya
tersenyum dan kami langsung menuju ke rumah wanita tersebut.
Sesampai nya
disana ternyata rumah wanita tersebut masuk ke dalam gang
Yap, laki-laki
ini hanya berkata bahwa aku saja yang menghampirinya
“kamu masuk aja
ya yi ke dalam gang itu nanti dia ada nunggu depan rumahnya kok,aku tunggu disini
aja ya”
“baiklah”
Aku telusuri
gang tersebut untuk mencari keberadaan wanita itu dan ia telah berdiri dengan
cantik di depan rumahnya.
Aku tak sempat
berkata apapun karena aku tak ingin memulai pembicaraan yang nantinya bakalan
terkesan sok akrab atau sok baik di pikirannya.
Sepanjang perjalanan
aku sempat berpikir
Wanita yang
sedang aku bonceng ini adalah wanita
yang telah masuk ke dalam hubungan ku dan lelaki itu.wanita ini jugalah yang
sekarang menganggap ku sebagai pengganggu hubungannya padahal dulu pun aku tak
pernah menganggap nya seperti itu. Mungkin aku bisa saja membalasnya namun aku
pikir dia tidak salah iya tidak! Ini hanya masalah perasaan dan keadaan yang
membuat dia dulu seperti orang yang bersalah. Dan sekarang aku pun tak
menyalahkan dia jika sekarang dia menganggap
ku sebagai pengganggu hubungannya. Mungkin aku yang salah, iya aku yang salah. Untuk
masalah ini mungkin jika aku berkata “aku salah” wanita itu akan puas dengan
kemenangannya bahwa aku memang salah.Sudahlah aku cukup tau dia seperti apa
tapi wanita itu tak tau aku seperti apa. aku berkata bahwa aku salah bukan
karena aku salah.Bukan juga karena mengalah. mungkin lebih tepatnya aku
meredakan emosi wanita itu secara perlahan.
Kubuyarkan pikiran
ku ini
Intinya jika aku
merasa bersalah mungkin aku takut untuk bertemu wanita itu
Namun aku
buktikan hari itu aku tidak salah dan aku berniat bertemu dengannya.
Tak terasa kami
sudah sampai di tempat tujuan
Iya kami datang
ke sebuah tempat makan di salah satu mall
Aku mencari
parkiran dan aku memarkirkan motorku di sebelah lelaki itu.
Setalah membuka
helm,aku langsung berjalan terlebih dahulu
Aku langsung
menuju ke sebuah pintu yang menghubungkan parkiran dan mall tersebut
Aku tak memikirkan
mereka berdua yang ada di belakangku
***
Entah..
Hari itu aku
merasa seperti di beri kekuatan extra oleh Tuhan
Aku tak sakit
hati ataupun bersedih melihat mereka berdua
Aku merasa biasa
saja iya sangat biasa.
Akhirnya kami
sampai di salah satu food court
Aku duduk
terlebih dahulu di susul dengan mereka.
Lelaki itu
membelikan kami minuman
Dan aku dengan wanita
itu hanya menunggu tanpa mengobrol di meja kami.
Sungguh lucu
hihi
Kemudian lelaki
itu datang
Aku dan wanita
ini duduk berhadapan,namun lelaki itu memilih duduk di sisi lainnya
Iya dia jadi
seperti juri adu panco di antara kami . *LOL*
Lelaki itu memandang
ku memberi kode untuk memulai pembicaraan
Hah?kenapa aku
duluan?
Hmm aku hanya
menggelengkan kepala
Dan akhirnya
laki-laki itu berbicara terlebih dahulu dengan wanitanya
Kemudian setelah
dia basa basi aku melanjutan skenarionya
Aku langsung berkata
kepada wanita itu
“mengapa kamu
berbicara seperti itu?kalau kamu tak suka dengan ku,aku tidak masalah. Tapi ya
gausah lah disinggung lewat dunia maya. Kamu punya nomorku kan?kamu bisa
ngomong langsung ke aku kok. semua masalah itu bisa di selesaikan tapi tidak
dengan singgung menyinggung di dunia maya. Kamu ga mau dikasihani orang tapi
kamu sendiri malah melakukan hal yg bikin kamu malah tambah dikasihani”
Dan sesuai
dugaan
Wanita itu hanya
menjawab sepatah dua patah kata
Iya di saat aku
serius sambil menatap matanya wanita itu hanya menunduk
Hmm
“kamu menganggap
aku sebagai pengganggu?seharusnya kamu tanya dulu lelakimu itu yang duluan
ngubungi aku siapa. Kalau kamu ga suka aku berkomunikasi dengan lelakimu,oke
aku hentikan. Yang jelas aku ga ada maksud apa-apa .”
Entah di saat
aku mengganggap putus dengan mantan kemudian masih saling berkomunikasi itu hal
yang tidak salah , di satu sisi ternyata ada yang menganggap itu salah.
Aku mengawali
semuanya dengan dia secara baik-baik dan aku harus mengakhirinya secara
baik-baik juga.
Aku harus menganggap
dia musuh?
Maaf aku bukan
orang seperti itu. Iya mungkin dengan memilihmu ,dia akan membuat ku sakit hati
tapi buat apa sih sakit hati terus-terusan?justru dengan cara aku membuka
kembali tanganku untuk berbaikan dengannya itu malah membuat ku terbiasa. Iya terbiasa
dengan sakit kemudian bahagia kembali.
Disaat itu juga
mereka cek cok di depanku
Heiii sandiwara
apa ini?
Aku menengahi
keadaan
“kalau kalian
mau kelahi jangan di tempat umum seperti ini”
Mereka terdiam
dan lelaki itu memulai pembicaraan kembali dengan wanitanya
Dan beberapa
saat kemudian mereka putus di hadapanku
Ya Tuhan mereka
putus?
Apa ini salah ku
lagi?
Sepertinya aku
di tempat yang salah
Aku memotong
adegan putusan mereka
“kalian mau
putus atau engga itu urusan kalian,intinya masalahku dengan wanita ini sudah
kelar. mungkin aku pulang duluan ya”
Aku berdiri dan
meninggalkan mereka
Aku langsung
menuju kelantai bawah
Tidak bukan
untuk pulang tapi untuk belanja kebutuhan perut hihi
Kemudian aku
menuju ke parkiran dan aku melihat motor lelaki tersebut tidak ada lagi yap
berarti dia sudah pulang dengan wanitanya.
Aku menyalakan
motorku dan pulang kerumah
Sesampainya dirumah
aku melihat beberapa message dari lelaki itu
Iya dia
menanyakan keberadaanku
Selepas bertemu
degan mereka aku kemana.
Aku hanya menjawab
seadaanya
Lalu aku
menanyakan keputusan dia untuk pisah dengan wanita tersebut
Dia pikir aku
akan senang melihat dia putus?
Tidak jangan
berpikir begitu
“ah palingan
beberapa hari lagi kalian balikan.percaya deh”
“engga. Itu sudah
keputusan bulat yi buat putus”
“ya terserah sih”
***
Beberapa hari
kemudian
Iya aku
menemukan sederat mention di timeline
Dan isinya ternyata
adegan mesra-mesraan mereka
“tuhkan apa
kubilang” aku hanya membatin
Ya selanjutnya
lelaki itu tak jera juga untuk tetap komunikasi dengan ku
Ya aku dan dia
tetap sepakat untuk komunikasi
Bukan berarti
kami mau balikan lagi tapi kami mungkin lebih cocok untuk menjadi sebatas
sahabat.
Hubungan mereka
tak sampai setahun
Tepatnya beberapa
hari sebelum setahun mereka putus
Kenapa?
Yap lelaki itu
banyak menceritakan suka dukanya kepadaku
Lantas aku pikir
wajar saja lelaki itu memutuskan hubungannya dengan wanitanya
Aku paham sekali
sifatnya dan aku maklumi
Bagaimana nasib
wanita itu?
Entah mungkin
hatinya merasakan seperti yang kurasaan dulu
Selepas mereka
putus
Aku semakin
akrab bahkan kami pun pernah jalan bersama
Orang-orang
mengganggap kami akan balikan
Bahkan dia
sempat memancing pembicaraan bahwa sepertinya kami akan balikan
Hmm
Balik ke komitmen
awal masa lalu tidak akan menjadi masa depan
Jika masa lalu
bisa menjadi masa depan lantas mengapa kita menjadikan dia masa lalu?
Iya dia tetap
menjadi sahabatku bahkan sampai sekarang
Komunikasi kami
tetap baik.
Bahkan dia telah menemukan kekasih barunya
kembali
Iya itu pun tak
terlepas dari wejangan-wejangan yang ku berikan ke dia
Sebagai sahabat
ketika dia bercerita tentang masalahnya mungkin aku akan membantu menyelesaikan.
Jika dia salah
aku akan berusaha meluruskan pemikiran salahnya
Jika dia benar aku
akan menguatkan argumentnya
***
Kita masih berteman
Walau tidak pacaran
Persahabatan jangan di putuskan
Cuma teman biasa
Bukan pasangan mesra
Persahabatan untuk selamanya
(endank soekamti)
