RELATIONSHIT #2



Ketika itu langit kurang mendukung
Terlihat tanda akan turunnya butiran air melimpah yang kita sebut hujan

***

pagi itu aku berkomunikasi dengan lelaki itu
iya merencanakan bahwa aku akan menjemput wanitanya
“aku ga tau rumah nya,gimana?”
“kenapa kamu ga nanya yi?”
“malassss”
“yaudah nanti barengan aja jemput dia,mungkin aku tunggu kamu di dekat rumahku aja ya yi”
“oke”

Gerimis mulai turun

Aku menanyakan apakah aku jadi menjemput wanita itu atau tidak
Aku mengirimkan sebuah message ke wanita itu
Dan beberapa saat kemeudian aku mendapatkan balasannya
Aku segera menjemputnya untuk menyelesaikan masalah ini
Diperjalanan aku berjumpa dengan lelaki yang sedari tadi menunggu ku untuk bersama-sama menjemput wanita nya.
Aku sangat mengenal punggungnya.
Kukejutkan dia dengan tiba-tiba menghentikan motorku disampingnya.
Dia hanya tersenyum dan kami langsung menuju ke rumah wanita tersebut.
Sesampai nya disana ternyata rumah wanita tersebut masuk ke dalam gang
Yap, laki-laki ini hanya berkata bahwa aku saja yang menghampirinya
“kamu masuk aja ya yi ke dalam gang itu nanti dia ada nunggu depan rumahnya kok,aku tunggu disini aja ya”
“baiklah”
Aku telusuri gang tersebut untuk mencari keberadaan wanita itu dan ia telah berdiri dengan cantik di depan rumahnya.
Aku tak sempat berkata apapun karena aku tak ingin memulai pembicaraan yang nantinya bakalan terkesan sok akrab atau sok baik di pikirannya.
Sepanjang perjalanan aku sempat berpikir
Wanita yang sedang aku bonceng ini adalah wanita yang telah masuk ke dalam hubungan ku dan lelaki itu.wanita ini jugalah yang sekarang menganggap ku sebagai pengganggu hubungannya padahal dulu pun aku tak pernah menganggap nya seperti itu. Mungkin aku bisa saja membalasnya namun aku pikir dia tidak salah iya tidak! Ini hanya masalah perasaan dan keadaan yang membuat dia dulu seperti orang yang bersalah. Dan sekarang aku pun tak menyalahkan dia jika sekarang  dia menganggap ku sebagai pengganggu hubungannya. Mungkin aku yang salah, iya aku yang salah. Untuk masalah ini mungkin jika aku berkata “aku salah” wanita itu akan puas dengan kemenangannya bahwa aku memang salah.Sudahlah aku cukup tau dia seperti apa tapi wanita itu tak tau aku seperti apa. aku berkata bahwa aku salah bukan karena aku salah.Bukan juga karena mengalah. mungkin lebih tepatnya aku meredakan emosi wanita itu secara perlahan.
Kubuyarkan pikiran ku ini
Intinya jika aku merasa bersalah mungkin aku takut untuk bertemu wanita itu
Namun aku buktikan hari itu aku tidak salah dan aku berniat bertemu dengannya.
Tak terasa kami sudah sampai di tempat tujuan
Iya kami datang ke sebuah tempat makan di salah satu mall
Aku mencari parkiran dan aku memarkirkan motorku di sebelah lelaki itu.
Setalah membuka helm,aku langsung berjalan terlebih dahulu
Aku langsung menuju ke sebuah pintu yang menghubungkan parkiran dan mall tersebut
Aku tak memikirkan mereka berdua yang ada di belakangku
***
Entah..
Hari itu aku merasa seperti di beri kekuatan extra oleh Tuhan
Aku tak sakit hati ataupun bersedih melihat mereka berdua
Aku merasa biasa saja iya sangat biasa.
Akhirnya kami sampai di salah satu food court
Aku duduk terlebih dahulu di susul dengan mereka.
Lelaki itu membelikan kami minuman
Dan aku dengan wanita itu hanya menunggu tanpa mengobrol di meja kami.
Sungguh lucu hihi
Kemudian lelaki itu datang
Aku dan wanita ini duduk berhadapan,namun lelaki itu memilih duduk di sisi lainnya
Iya dia jadi seperti juri adu panco di antara kami . *LOL*
Lelaki itu memandang ku memberi kode untuk memulai pembicaraan
Hah?kenapa aku duluan?
Hmm aku hanya menggelengkan kepala
Dan akhirnya laki-laki itu berbicara terlebih dahulu dengan wanitanya
Kemudian setelah dia basa basi aku melanjutan skenarionya
Aku langsung berkata kepada wanita itu
“mengapa kamu berbicara seperti itu?kalau kamu tak suka dengan ku,aku tidak masalah. Tapi ya gausah lah disinggung lewat dunia maya. Kamu punya nomorku kan?kamu bisa ngomong langsung ke aku kok. semua masalah itu bisa di selesaikan tapi tidak dengan singgung menyinggung di dunia maya. Kamu ga mau dikasihani orang tapi kamu sendiri malah melakukan hal yg bikin kamu malah tambah dikasihani”
Dan sesuai dugaan
Wanita itu hanya menjawab sepatah dua patah kata
Iya di saat aku serius sambil menatap matanya wanita itu hanya menunduk
Hmm
“kamu menganggap aku sebagai pengganggu?seharusnya kamu tanya dulu lelakimu itu yang duluan ngubungi aku siapa. Kalau kamu ga suka aku berkomunikasi dengan lelakimu,oke aku hentikan. Yang jelas aku ga ada maksud apa-apa .”
Entah di saat aku mengganggap putus dengan mantan kemudian masih saling berkomunikasi itu hal yang tidak salah , di satu sisi ternyata ada yang menganggap itu salah.
Aku mengawali semuanya dengan dia secara baik-baik dan aku harus mengakhirinya secara baik-baik juga.
Aku harus menganggap dia musuh?
Maaf aku bukan orang seperti itu. Iya mungkin dengan memilihmu ,dia akan membuat ku sakit hati tapi buat apa sih sakit hati terus-terusan?justru dengan cara aku membuka kembali tanganku untuk berbaikan dengannya itu malah membuat ku terbiasa. Iya terbiasa dengan sakit kemudian  bahagia kembali.
Disaat itu juga mereka cek cok di depanku
Heiii sandiwara apa ini?
Aku menengahi keadaan
“kalau kalian mau kelahi jangan di tempat umum seperti ini”
Mereka terdiam dan lelaki itu memulai pembicaraan kembali dengan wanitanya
Dan beberapa saat kemudian mereka putus di hadapanku
Ya Tuhan mereka putus?
Apa ini salah ku lagi?
Sepertinya aku di tempat yang salah
Aku memotong adegan putusan mereka
“kalian mau putus atau engga itu urusan kalian,intinya masalahku dengan wanita ini sudah kelar. mungkin aku pulang duluan ya”
Aku berdiri dan meninggalkan mereka
Aku langsung menuju kelantai bawah
Tidak bukan untuk pulang tapi untuk belanja kebutuhan perut hihi
Kemudian aku menuju ke parkiran dan aku melihat motor lelaki tersebut tidak ada lagi yap berarti dia sudah pulang dengan wanitanya.
Aku menyalakan motorku dan pulang kerumah
Sesampainya dirumah aku melihat beberapa message dari lelaki itu
Iya dia menanyakan keberadaanku
Selepas bertemu degan mereka aku kemana.
Aku hanya menjawab seadaanya
Lalu aku menanyakan keputusan dia untuk pisah dengan wanita tersebut
Dia pikir aku akan senang melihat dia putus?
Tidak jangan berpikir begitu
“ah palingan beberapa hari lagi kalian balikan.percaya deh”
“engga. Itu sudah keputusan bulat yi buat putus”
“ya terserah sih”

***
Beberapa hari kemudian
Iya aku menemukan sederat mention di timeline
Dan isinya ternyata adegan mesra-mesraan mereka
“tuhkan apa kubilang” aku hanya membatin
Ya selanjutnya lelaki itu tak jera juga untuk tetap komunikasi dengan ku
Ya aku dan dia tetap sepakat untuk komunikasi
Bukan berarti kami mau balikan lagi tapi kami mungkin lebih cocok untuk menjadi sebatas sahabat.
Hubungan mereka tak sampai setahun
Tepatnya beberapa hari sebelum setahun mereka putus
Kenapa?
Yap lelaki itu banyak menceritakan suka dukanya kepadaku
Lantas aku pikir wajar saja lelaki itu memutuskan hubungannya dengan wanitanya
Aku paham sekali sifatnya dan aku maklumi
Bagaimana nasib wanita itu?
Entah mungkin hatinya merasakan seperti yang kurasaan dulu
Selepas mereka putus
Aku semakin akrab bahkan kami pun pernah jalan bersama
Orang-orang mengganggap kami akan balikan
Bahkan dia sempat memancing pembicaraan bahwa sepertinya kami akan balikan
Hmm
Balik ke komitmen awal masa lalu tidak akan menjadi masa depan
Jika masa lalu bisa menjadi masa depan lantas mengapa kita menjadikan dia masa lalu?
Iya dia tetap menjadi sahabatku bahkan sampai sekarang
Komunikasi kami tetap baik.
 Bahkan dia telah menemukan kekasih barunya kembali
Iya itu pun tak terlepas dari wejangan-wejangan yang ku berikan ke dia
Sebagai sahabat ketika dia bercerita tentang masalahnya mungkin aku akan membantu menyelesaikan.
Jika dia salah aku akan berusaha meluruskan pemikiran salahnya
Jika dia benar aku akan menguatkan argumentnya

***


Kita masih berteman
Walau tidak pacaran
Persahabatan jangan di putuskan
Cuma teman biasa
Bukan pasangan mesra
Persahabatan untuk selamanya
 (endank soekamti)

 

sticky notes

we should able to resolve our differences
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

readers

Strawberry On Top Of Cupcake

Labels