Hello blogger
Lama tak bersua deh
Maklum jiwa – jiwa ini sedang
asik-asiknya bersenda gurau dengan tugas-tugas
Ha?bersenda gurau ?
Pfftttttt…
Oke fine
Maybe, aku hanya menshare sedikit tulisan
Tentang bagaimana aku,sudut
pandang ku dan hidupku
Penting?
Iya penting bagi aku tapi ga penting
bagi kalian gitu?
Oke fine terima kasih
***
my life
Aku ini bukan seseorang yang
istimewa untuk orang lain
Pro kontra yang terjadi di hidupku
itu pasti selalu ada
Yap ibarat minum soda sekali di
kocok terus di minum yah rasanya dimulut agak nusuk-nusuk brrrr gimana gitu ,
tapi kalau soda itu sudah terbiasa di kocok diombang ambingkan maka dia akan
kehilangan soda yang buat brrr dimulut itu.
Ga percaya?cobain deh….
Yap sama seperti hidupku yang selalu
bervariasi dengan berbagai kehebohan di dunia ku
Sekali dua kali di ombang ambing
agak sedikit nyes rasanya tapi kalau keseringan terombang ambing eh jadi malah
biasa loh..
Ga percaya lagi?
Coba aja sendiri dengan hidup kalian
hihihi
banyak sekali orang yang dilihat
dari sudut pandangnya ketika mereka melakukan suatu sikap.
Sampai tak tau harus mengeksplor
dunia nya seperti apa
Mungkin ada juga yang malah
menginginkan tak ingin ada di dunia ini lagi karena sudah letih dengan keadaan
yang menimpa mereka
Sungguh KONYOL
aku
memang bukan orang yang paham dengan arti kehidupan
Hidupku
hanya seperti grafik yang naik turun dan belum tau bagaimana ujung ceritanya
Tapi aku paham bagaimana cara menikmati
kehidupan ku ini
***
2
years ago
2 tahun lalu aku merasa menjadi
orang yang sangat beruntung
Mengapa?
Karena beberapa dari beberapa
impianku yang menjadi targetan ku sudah aku dapatkan.
Hihi <3
Yah mungkin tuhan memang punya
rencana lain
Masih ingat dengan kalimat
berakit-rakit dahulu bersenang senang
kemudian
atau
habis gelap terbitlah terang
yah aku mulai merasakannya
2 tahun lalu tepatnya tahun 2011
Tahun dimana aku merasakan kegalauan
di bangku-bangku akhir sekolahku yang
mendekati UN
Asmara?
TENTU!
Aku mulai tak fokus dengan keadaan
yang sedang bermain lincah dengan ku
Galau?
JELAS
Dunia serasa sedang tak berpihak
epadaku
Selalu saja ada celah untuk aku
merasakan keadaan yang tak baik
Sungguh bukan mau ku
Tapi ini hanya beberapa scenario
kehidupan yang di tujukan pada ku saat itu
Yang aku pikirkan adalah bukan
bagaimana cara memperbaikinya tapi bagaimana cara aku menikmati kehidupan ku
selanjutnya.
Aku mulai kembali fokus dengan
studiku ,yah walaupun agak-agak fokus ke hal yang lain tapi fokus utama ku
adalah dengan studiku .
***
Beberapa
minggu kemudian
salah satu pendidik terbaikku
menghampiri
pendidik terbaikku membawa suatu
pengumuman
Pendidik terbaikku membawa kabar
bagaimana melanjutkan study ke tingkatan yang lebih tinggi tanpa melalui tes
sebagaimana mestinya.
Syaratnya hanya menggunakan buku
yang tertulis nilai-nilai kita yang kita
sebut rapor
Dan akhirnya aku menjadi salah satu
dari beberapa orang dikelas yang bisa mengikuti jalur tersebut
Selagi
ada kesempatan mengapa tidak..
benar bukan ?
Aku mulai memasukkan berkas-berkas
ke 2 perguruan tinggi yang aku pilih
Perguruan tinggi pertama berada di
seberang tempat tinggalku ini
Perguruan tinggi pertama memberi
pilihan untuk 2 jurusan yang dapat kita ambil
Dan aku mengambil jurusan keuangan
Kemudian di perguruan tinggi kedua
Aku dapat mengisi formulir dengan 2
perguruan tinggi pilihan dimana masing-masing perguruan tinggi memberikan 3
jurusan yang dapat dipilih.
Pilihan pertama pada perguruan
tinggi kedua ini aku memilih untuk melanjutkan study ku di kota kelahiran ku ini
aku mengambil jurusan yang berhubungan dengan pendidikan dan keuangan
Kemudian di pilihan kedua
aku mengambil perguruan tinggi yang berada di seberang pulau tempat ku bernaung
saat ini
dan aku mengambil jurusan keuangan dan kesehatan
pada perguruan tinggi kedua ini aku
memasukkan 2 berkas
berkas kedua adalah berkas yang ku ikuti saat pemerintah mencanangkan program
untuk membantu mencerdaskan anak bangsa.
aku hanya mencoba, aku pikir ini adalah satu kesempatan yang diberikan kepadaku
untuk menggapai salah satu impianku..
***
Ketika kedua orang terhebat ku
menanyakan hal ini
“mau kuliah dimana nanti yi kalau
sudah lulus sekolah?”
Aku hanya menjawab
“aku bakalan melanjutkan kuliah ku
jika kuliah ku dibiayai sampai selesai tapi bukan ibu dan bapak yang membiayainya”
Ibu sama bapak cuma tersenyum
Sebenarnya sih senyumnya penuh tanda
tanya
karena jawaban ku yang menggantung
Dan aku mulai melanjutan kalimat ku
“rejeki itu pasti selalu ada kalau
dicari, aku bisa kok bu kuliah sambil kerja”
Yah sebenarnya aku berkata seperti
itu karena aku ini anak sulung dari 3 bersaudara.
Aku paham akan tanggung jawab ku
Kelak aku akan bertanggung jawab
atas keluarga ku ini
Kelak aku yang akan melindungi
keluarga ku ini
Kelak aku akan berada di posisi
sebagai seorang bapak untuk melindungi keluarga ku ini
kelak aku akan berada di posisi sebagai
seorang ibu untuk mengajarkan keluarga ku ini
Yah maklum di keluarga kecil dan
harmonisku ini tak ada saudara laki-laki
Kelak nanti aku akan membuat mereka
bangga dengan apa yang ku impikan
Tak ada salahnya bukan jika aku
mempunyai banyak impian?
Yah dengan kalimatku seperti itu ibu
menjawab dengan ketus
“kalau kuliah ya kuliah ga usah
sambil kerja fokus sama kuliahmu”
aku hanya mengatakan
“jika aku ga mulai dari sekarang mau
kapan lagi bu? Tunggu aku selesai kuliah baru kerja? Aku bisa kerja apa aja kok
bu asal itu halal”
Oke aku hanya berprinsip selama aku bisa dan selama ada kesempatan
maka aku akan melakukannya
nyerah?
engga ada kata nyerah di dalam prinsipku..
***
Pengumuman pada perguruan tinggi
pertama lebih cepat
bahkan beberapa bulan sebelum UN perguruan tinggi tersebut sudah memberikan
pengumuman
aku menuju ke kampus yang berada di seberang tersebut untuk melihat hasil
pengumuman
sesampainya di kampus tersebut suasana masih tampak sepi
hanya segelintiran orang-orang yang bergentayangan disana
maklum saja pengumuman saat itu pada saat weekend..
jadi hanya ada beberapa orang yang melihat pengumuman tersebut dan beberapa mahasiswa
yang berseliwiran .
Sesampainya disana aku tidak
langsung menuju papan pengumuman
aku terdiam duduk hanya untuk memikirkan sudah siap kah aku melihat hasil
pengumumannya
Tak terlalu lama aku berdiam diri
seperti itu
Aku mulai memacu langkah kakiku menuju papan pengumuman itu
aku mencari namaku dengan jurusan yang telah ku ambil
dan penglihatan ku pun tertuju kepada satu nama yang terpampang rapi di
selembar kertas yang di tempel dipapan tersebut
entah aku harus senang atau bagaimana yang jelas aku hanya tersenyum memandangi
papan pengumuman itu
aku hanya tak menyangka ternyata aku dapat merebut satu kursi di kampus
tersebut
aku langsung menanyakan kebagian informasi
dibagian informasi menunjukan beberapa lembar kertas
disitu tertera administrasi yang harus dibayar dan diberi batas waktu hanya
beberapa minggu
Setelah melihatnya aku menuju ke arah
luar
aku tak langsung pergi pulang
aku mencari tempat duduk dan memikirkan hal tersebut
aku sudah dapat merebut satu kursi di kampus tersebut
dengan menyelesaikan semua administrasi maka aku akan sah menjadi salah satu
mahasiswi disana
namun bagaimana aku harus menyelesaikan semua administrasi ku disana?
aku tak mempunyai tabungan untuk membayarnya
kalaupun aku kerja , harus kerja dimana agar mendapatkan uang sebanyak itu
dengan waktu singkat?
tau rasanya dilema seperti apa?
ya seperti itulah perasaanku pada saat itu
aku memacu kendaraan ku menuju kerumah
sesampainya dirumah ibu menanyakan bagaimana hasil pengumuman tersebut
aku menjawab dan memberitahu bahwa aku lolos
kalian tau bagaimana ekspresi orang terhebatku pada saat itu?
beliau mengucap syukur dan memberikan ku senyum bangganya
ibu sangat antusias melihat salah satu anaknya mendapatkan salah satu impiannya
“kapan mau diselesaikan administrasinya yi?”
“belum tau bu,aku masih sibuk buat persiapan UN” jawabku
“apa bapak saja yang menguruskan
administrasi mu?”
“tidak usah bu,nanti aku selesaikan jika ada waktu luang”
pikiran mulai tertuju kepada selembaran administrasi yang diperlihatkan kepadaku
tadi
sebeneranya kedua orang terhebat ku ini dapat menyelesaikan semua administrasi
ku
namun mau sampai kapan aku harus bertopang kepada mereka?
kedua orang terhebat ku ini selalu memikirkan masa depanku
kedua orang terhebat ku ini tak pernah lelah mendukung impianku
tapi tak ada salahnya bukan jika aku memikirkan kedua orang terhebatku juga?
tak ada salahnya bukan jika aku berkeinginan untuk membanggakan mereka?
Aku pikir aku sudah cukup sanggup
untuk bertanggung jawab atas diriku sendiri
aku pikir aku sudah cukup sanggup untuk
mencari uang sendiri
aku pikir aku sudah cukup sanggup untuk menyelesaikan urusan ku sendiri..
aku memikirkan hal tersebut
begitu dilemma
apa aku harus mengundurkan diri dari kampus tersebut?
atau aku harus menyusahkan kedua orang terhebatku kembali?
terkadang aku malu jika aku terus menerus bertopang kepada mereka diusia ku
yang selalu bertambah ini
mau sampai kapan aku jadi anak yang selalu berharap kepada kedua orang
terhebatku ini?
aku mulai berkonspirasi dengan hati kecilku
aku hanya meminta petunjuk dari Tuhan
dan mempercayakan pilihan dengan hati
kecilku ini
***
beberapa hari sebelum batas waktu
administrasi ditutup
aku memberikan sebuah penyataan kepada kedua orang terhebatku
“bu,aku mengundurkan diri dari kampus itu”
“loh kenapa yi?”
yah bapak dan ibu begitu meradang
mendengar pernyataanku
karena aku sudah lolos namun aku
menyia-nyiakannya
“engga apa-apa, aku sudah memikirkannya. Aku akan menunggu pengumuman di perguruan
tinggi kedua”
“kalau kamu ga lolos di kampus kedua
gimana yi?kamu jangan melepaskan kesempatan gitu” cetus bapak
sebenarnya bukan aku tak bersyukur dengan kesempatan yang telah diberikan
kepadaku saat itu
Sebenarnya bukan karena aku
menyia-nyiakan kesempatan tersebut
Namun apa salahnya jika aku
mengikuti hati kecilku ini
aku mulai menjawab pertanyaan bapak
“aku mengundurkan diri dari kampus
pertama ya karena aku mau menunggu pengumuman di kampus kedua,kalaupun aku ga
lolos aku bisa kok pak mengikuti jalur tes reguler. Kalaupun aku ga lolos juga
ya aku bisa kok pak ikut tes kedua. Ya kalau ga lolos lagi berarti bukan rejeki
ku tahun ini “ candaku
hanya kalimat seperti itu yang aku ungkapan
yah walaupun sebenarnya ada alasan lain mengapa aku berkata seperti itu
Bapak dan ibu terdiam
mereka hanya percaya pada pilihan yang kuambil
***
Keesokan harinya
teman-teman terdekatku dan bahkan pendidik terbaik ku menanyakan keputusan ku
ini
betapa herannya mereka ketika aku nekat mengundurkan diri dari kampus tersebut.
tidak aku tidak nekat , aku hanya mempercayakan pilihan hati kecilku ini
tidak sampai 2 minggu UN pun aku segera datang
aku mulai berkonspirasi kembali dengan hati kecilku ini
sebenarnya pada saat itu hati kecil ini tidak begitu tenang
pertama karena UN yang akan menghampiri dan kedua adalah pengumuman di perguruan tinggi
kedua
aku begitu memikirkan hal ini,
dapatkah aku mendapatkan salah satu impianku itu?
Beberapa hari kemudian pengumuman di
perguruan tinggi kedua diumumkan
pengumumannya melalui internet
malam itu aku dan kedua teman ku bersama-sama melihat pengumuman tersebut
teman pertama ku pun membuka situs pengumuman tersebut
log in menggunakan nomor pendaftarannnya
dan terbukalah tulisan dari pengumuman tersebut
aku juga mulai memandangi layar tersebut
entah aku harus bicara apa yang pasti aku hanya melihat senyum pasrahnya
lalu teman kedua pun melakukan hal sama log in dengan nomor pendaftarannya
dan tampak lah sebuah pengumuman tersebut
aku paham rasa kecewa yang terpancar dari matanya
entah mengapa dengan hasil teman-teman ku tersebut aku malah merasa down
mereka yang aku akui sebagai teman-teman yang patut diperhitungkan dalam dunia
persaingan tapi mengapa mereka malah mendapatkan hasil seperti ini
entah….aku tak mengerti
dengan menarik napas panjang aku melakukan hal yang sama dengan mereka
aku pun Log in dengan nomor ku
Dan aku melihat sebuah nama
terpampang di layar ini
Aku sangat mengharapkan hal ini
terjadi
Tuhan apakah ini yang kau berikan
setelah aku merasakan keadaan yang tak baik?
Tuhan apakah ini yang dinamakan
kebahagiaan?
tuhan apakah ini sebuah keberuntungan atau rejeki ku
Tuhan apakah engkau tau perasaanku
saat ini
Tak ada habisnya aku mengucap syukur
kepadamu ya rabb
Tampak wajah yang mengharu dan
bahagia ketika mengetahui pengumuman ini
ibu dan bapak yang sedari tadi menunggu hasil pengumuman ku pun begitu terharu
melihatnya
keesokan harrinya
pendidik terbaikku dan beberapa teman-temanku yang mengetahui kelolosan ku ini
pun tampak heran
mengapa?
Mereka heran ketika aku nekat melepaskan
namaku dikampus pertama untuk mendapatkan impianku dikampus kedua dan hasilnya
kenekatanku itu malah menghasilkan sesuatu yang membuat mereka heran kembali.
aku ini bukan orang yang pintar atau cerdas,
Aku hanya orang yang menggunakan
kesempatan yang telah diberikan kepadaku sebaik-baiknya
entah itu sebuah keberuntungan atau memang rejeki ku
Tapi aku percaya Tuhan memberikan
tempat yang memang seharusnya kita ditempatkan
Dan aku percaya pilihan hati kecilku
Beberapa hari Kemudian ibu menanyakan
kembali administrasi ku layaknya di kampus pertama
“yi,cepat di urus administrasinya”
“iya bu nanti ya”
“jangan nanti-nanti terus.berapa
administrasi yang mesti di bayar?”
“engga tau bu,nanti aku tanyakan ya”
Sebenarnya pada saat itu aku tidak
mengetahui pasti berapa nominal yang harus dikeluarkan
aku hanya menerka-nerka saja
ibu hanya mendesak ku untuk segera menyelesaikan administrasiku
Seperti kejadian pertama ,ibu sudah
menyiapkan nominal yang harus aku bayar untuk menyelesaikan administrasiku
Tapi, aku harus mengusahakan sendiri
Dan awalnya pun ibu dan bapak tidak
mengetahui bahwa aku diam-diam mengikuti program pemerintah tersebut
Pada saat aku mengumpulkan
berkas-berkas program ini pun aku hanya beralasan untuk kebutuhan pendaftaran
perguruan tinggi saja.
Aku tak mau sesumbar terlebih dahulu
jika belum mengetahui hasilnya seperti apa
Jadi aku merahasiakan hal ini dari
kedua orang terhebatku ini
Yap, aku mulai menunda kembali untuk
menyelesaikan administrasiku
Sebenernya aku telah lolos di kampus
ini dan mendapatkan program pemerintah tersebut
Namun aku harus melewati verifikasi
terlebih dahulu
Apakah aku benar-benar mendapatkan
program pemerintah ini atau tidak
Walaupun aku sangat yakin lolos
verifikasi dan mendapatkan program tersebut
namun aku harus berdiam diri terlebih dahulu.
Dan beberapa hari kemudian ibu
menanyakan kembali kapan aku akan menyelesaikan administrasiku
Dan aku beralasan kembali “habis UN
ya bu”
Dan disaat itupun aku menunggu hasil
verifikasi pada jam 8 malam
Aku membuka situsnya dan aku melihat
hasil verifikasinya dan alhasil
Tuhan aku benar-benar mendapatkan
apa yang ku impikan . batinku
UN pada saat itu pada pertengahan
bulan april
betapa bebasnya aku ketika UN telah selesai
Betapa leganya aku tak ada beban
yang kupikirkan selepas aku lulus sekolah ini
Dan beberapa hari kemudian dari
selesainya UN ibu menanyakan kembali kapan aku akan menyelesaikan
administrasiku ini
Maklum saja ibu sangat antusias
melihat anaknya mendapatkan salah satu impiannya
Aku mulai memberitahu apa yang ku
impikan saat itu
“ibu sama bapak ga perlu bayar
apapun buat administrasiku” singkat ku
“loh kenapa yi?”sahut bapak
Alangkah penasarannya mereka ketika
aku mengatakan hal tersebut
Lalu aku melanjutkan kalimat singkat
ku tersebut
“iya,ibu sama bapak ga usah bayar
administrasiku.aku dapat program beasiswa selama 4 tahun dan insyallah setiap
semester aku yang akan mengurusnya. Ibu sama bapak tinggal doakan saja agar
kuliah ku lancar dan aku dapat memenuhi syarat yang diberikan oleh pihak
tersebut" jelasku
Aku hanya melihat senyum bahagia
dari kedua orang terhebatku ini
aku telah membuktikan salah satu impianku yang kuucapkan di awal
Menunggu pengumuman UN memang lama
tapi pada akhirnya pengumuman tersebut datang juga
lulus dari sekolah tersebut aku cukup dilanda rasa jenuh
Mungkin teman-teman yang lain sibuk
mengurus berkas-berkas maupun tes untuk melanjutkan studi di tingkatan yang
lebih tinggi
Kejenuhan menghampiriku ketika semua
begitu sibuk dan aku tak melakukan apa-apa
Aku mulai memutuskan untuk mencari
sebuah perkerjaan
Yap aku hanya lulusan SMA dan aku
mau kerja apa?
Pekerjaan itu banyak dan dan
siapapun dapat bekerja
Pekerjaan
itu selalu ada jika kita mau mencari dan menurunkan rasa gengsi kita
sesuatu yang di dasari rasa gengsi itu tidak baik bukan?
Ya tapi tergantung pribadi
masing-masing sih hihi
aku memberitahu ibu dan bapak dengan keputusanku untuk bekerja
Mereka menentang
Seperti ucapan di awal kalau sudah
kuliah ya kuliah jangan mikirin cari kerja
Dan lambat laun keluarga besarku pun
tau bahwa aku akan bekerja
Sungguh mereka sangat
mengkhawatirkan kesehatanku
Tapi aku pikir aku sanggup ko
Dan bagiku jika aku mempunyai
keinginan maka aku akan bekerja keras mendapatkannya
Dengan berbagai argument-argumen
yang ku keluaran alhasil bapak pun memberikan ijin untuk aku bekerja
Aku memasukan lamaran-lamaran ke berbagai
instansi
Dan aku mendapatkan panggilan di
salah satu resto seafood and Chinese food
Aku lewati babak wawancara dan maaf buat manager ku saat itu
aku tak mengaku bahwa aku adalah calon mahasiwi.
Beliau hanya tau aku lulusan SMA dan
beliau memperlihatkan ijazah ku kepada ku dan berkata
“ nilai mu seperti ini mengapa kamu
tak kuliah?”
Aku hanya tersenyum sebenarnya
bingung juga mau jawab apa
Aku hanya bilang “nanti saya akan
kuliah”
Entah manager ku berpikiran seperti
apa yang jelas pada hari itu juga aku dapat langsung bekerja di resto tersebut.
Sebulan aku hanya mendapatkan 2 kali
off, dan pada saat off pun aku menggunakan waktu sebaik mungkin untuk mencari
info-info studi yang aku butuhkan aku juga menggunakan offku untuk sekedar
refreshing.
Aku menikmati pekerjaan ku di resto
tersebut
Yah walaupun kerja selama 12 jam dan
sehari mempunyai waktu istirahat hanya 2 jam tapi aku menikmatinya
Customer di tempat tersebut sangat
banyak
Bahkan ada salah satu pelanggan di
resto tersebut yang setiap makan selalu memanggilku hanya untuk sekedar memesan
menu.
Beberapa temanku banyak yang heran
ketika aku bekerja
mereka tau alasanku untuk bekerja
Mereka sangat antusias makan di
resto tersebut hanya sekedar ingin melihatku bekerja.
Sungguh lucu hihi
Aku sangat bangga ketika aku
mendapatkan gaji pertama ku
Sebagian orang mengatakan gajiku
tidak sesuai dengan jam kerja ku
Namun aku tak mempermasalahkan
Menurutku mendapatkannya dengan
hasil keringatku sendiri itu jauh lebih bernilai
hihi
aku
bekerja ditempat tersebut tidak begitu lama
seminggu sebelum aku resmi hengkang
dari tempat tersebut
aku berbicara empat mata dengan
managerku
managerku kaget ketika aku meminta
ijin seminggu lagi akan mengundurkan diri dari tempat tersebut.
Beliau berpikir ini sungguh dadakan
Beliau menyayangkan jika aku
mengundurkan diri
Aku mengatakan bahwa aku harus
mengurus keperluan ku untuk menjadi mahasiswi baru
Beliau sangat kaget
Dan seperti dugaanku beliau mengira
bahwa aku bekerja mencari uang tambahan untuk kuliahku
“keterima dimana furry?kapan
tesnya?”
“keterima dikampus A, saya tidak
ikut tes tapi sebelum UN saya memang keterima dikampus A “
“kalau boleh tau berapa biaya administrasi yang harus dibayar?”
“saya tidak membayar administrasi
apapun,saya mendapatkan beasiswa selama 4tahun”
Beliau hanya menampakkan wajah kaget
dan kemudian tersenyum
“selamat ya furry.saya mendukung
pilihanmu”
Seminggu dari itu aku akan sah
hengkang dari tempat tersebut
Dan para karyawan lain yang
tergolong lebih tua dari aku mulai heboh membicarakan hengkangnya aku dari
tempat tersebut.
Dengan berkata terus terang di
depanku mereka amat menyayangkan aku tak bekerja disitu kmbali
Sungguh aku merindukan sesi
icip-icip masakan para koki ketika jeda istirahat kerja
Sungguh aku merindukan keadaan dan
para pekerja ditempat tersebut
Aku pikir aku telah mendapatkan
pengalaman baru
Pengalaman dimana aku menghadapi
berbagai para karyawan dengan sifat dan sikap yang berbeda
Pengalaman dimana aku menemukan
customer yang dengan sifat dan sikap yang berbeda pula
Dengan waktu yang singkat setidaknya
aku mulai memahami setiap sudut pandang,sifat dan sikap dengan berbagai watak
yang berbeda dan orang yang berbeda pula
Percayakan
setiap keinginan dan impian mu kepada Tuhan dan hati kecilmu. Sesungguhnya
Tuhan tau proporsi seperti apa yang akan diberikan kepada kita.
Dan sekarang kurang lebih sudah 2
tahun aku merasakan bangku pilihaku ini
Kalian tau setiap pribadi itu
berbeda
Aku pikir dengan pengalaman yang
telah kudapatkan
Aku bisa mengimbangi atau hanya
sekedar mengerti setiap pribadi seseorang
Beberapa dari pribadi orang telah
aku perhatikan
Ada yang secara langsung mengatakan
kepada temanku yang mempunyai keadaan yang sama dengan ku
“ah kamu itu kuliah gratisan aja tuh”
Mungkin ia tak mengucapkan hal itu
untukku
Namun aku hanya memperhatikan
ucapannya
Dan aku hanya memperhatikan sembari
membatin
Kuliah kami memang gratis bahkan
untuk beberapa tahun kedepan,namun aku tidak malu atau marah jika kamu
berbicara dengan perkataan seperti itu. Aku malah bangga dengan apa yang dapat
aku raih.setidaknya aku tidak bertopang terus-terusan kepada kedua orang tuaku.
Setidaknya aku bukan hanya seorang anak yang berlindung di ketiak orang tua ku.
Setidaknya aku bukan anak yang tak tau caranya untuk bekerja keras.setidaknya
aku bukan anak yang taunya hanya meminta tapi tak memberi dan setidaknya aku
dapat membuat orang tua ku bangga dengan kerja keras ku.
Entah seperti apa orang menilai hal
ini
Aku hanya berpikir bukan untuk
sehari dua hari kedepan tapi aku memikirkan untuk beberapa tahun kedepan dan
aku telah menargetkan kembali impianku untuk masa depan ku kelak.dan untuk
sekarang aku hanya fokus dengan syarat yang diberikan agar program yang
diberikan ke padaku tidak dihentikan begitu saja. sebagian orang mengatakan
study itu nomor satu. Namun aku berpandangan studi itu akan menjadi nomor satu
jika kita juga fokus untuk bersosialisasi.
Intinya jangan terlalu serius
mengejar targetan jika tidak sesuai maka kau akan merasa sakit
Banyak
lah bermimpi dan wujudkan impian mu satu persatu dengan kerja keras dan
keyakinan mu. Jika kamu berkeinginan maka carilah jalan untuk menggapai
keinginanmu.