my life is precious (2 years ago )



Hello blogger
Lama tak bersua deh
Maklum jiwa – jiwa ini sedang asik-asiknya bersenda gurau dengan tugas-tugas
Ha?bersenda gurau ?
Pfftttttt…
Oke fine
Maybe, aku hanya menshare sedikit tulisan
Tentang bagaimana aku,sudut pandang  ku dan hidupku
Penting?
Iya penting bagi aku tapi ga penting bagi kalian gitu?
Oke fine terima kasih
***

my life

Aku ini bukan seseorang yang istimewa untuk orang lain
Pro kontra yang terjadi di hidupku itu pasti selalu ada
Yap ibarat minum soda sekali di kocok terus di minum yah rasanya dimulut agak nusuk-nusuk brrrr gimana gitu , tapi kalau soda itu sudah terbiasa di kocok diombang ambingkan maka dia akan kehilangan soda yang buat brrr dimulut itu.
Ga percaya?cobain deh….

Yap sama seperti hidupku yang selalu bervariasi dengan berbagai kehebohan di dunia ku
Sekali dua kali di ombang ambing agak sedikit nyes rasanya tapi kalau keseringan terombang ambing eh jadi malah biasa loh..
Ga percaya lagi?
Coba aja sendiri dengan hidup kalian hihihi

banyak sekali orang yang dilihat dari sudut pandangnya ketika mereka melakukan suatu sikap.
Sampai tak tau harus mengeksplor dunia nya seperti apa
Mungkin ada juga yang malah menginginkan tak ingin ada di dunia ini lagi karena sudah letih dengan keadaan yang menimpa mereka
Sungguh KONYOL

aku memang bukan orang yang paham dengan arti kehidupan
Hidupku hanya seperti grafik yang naik turun dan belum tau  bagaimana ujung ceritanya
 Tapi aku paham bagaimana cara menikmati kehidupan ku ini

***
2 years ago

2 tahun lalu aku merasa menjadi orang yang sangat beruntung
Mengapa?
Karena beberapa dari beberapa impianku yang menjadi targetan ku sudah aku dapatkan.
Hihi <3
Yah mungkin tuhan memang punya rencana lain
Masih ingat dengan kalimat
berakit-rakit dahulu bersenang senang kemudian
atau
habis gelap terbitlah terang
yah aku mulai merasakannya

2 tahun lalu tepatnya tahun 2011
Tahun dimana aku merasakan kegalauan  di bangku-bangku akhir sekolahku yang mendekati UN
Asmara?
TENTU!
Aku mulai tak fokus dengan keadaan yang sedang bermain lincah dengan ku
Galau?
JELAS

Dunia serasa sedang tak berpihak epadaku
Selalu saja ada celah untuk aku merasakan keadaan yang tak baik
Sungguh bukan mau ku
Tapi ini hanya beberapa scenario kehidupan yang di tujukan pada ku saat itu

Yang aku pikirkan adalah bukan bagaimana cara memperbaikinya tapi bagaimana cara aku menikmati kehidupan ku selanjutnya.
Aku mulai kembali fokus dengan studiku ,yah walaupun agak-agak fokus ke hal yang lain tapi fokus utama ku adalah dengan studiku .

***
Beberapa minggu kemudian

salah satu pendidik terbaikku menghampiri
pendidik terbaikku membawa suatu pengumuman
Pendidik terbaikku membawa kabar bagaimana melanjutkan study ke tingkatan yang lebih tinggi tanpa melalui tes sebagaimana mestinya.

Syaratnya hanya menggunakan buku yang  tertulis nilai-nilai kita yang kita sebut rapor
Dan akhirnya aku menjadi salah satu dari beberapa orang dikelas yang bisa mengikuti  jalur tersebut
Selagi ada kesempatan mengapa tidak..
benar bukan ?

Aku mulai memasukkan berkas-berkas ke 2 perguruan tinggi yang aku pilih
Perguruan tinggi pertama berada di seberang tempat tinggalku ini
Perguruan tinggi pertama memberi pilihan untuk 2 jurusan yang dapat kita ambil
Dan aku mengambil jurusan keuangan

Kemudian di perguruan tinggi kedua
Aku dapat mengisi formulir dengan 2 perguruan tinggi pilihan dimana masing-masing perguruan tinggi memberikan 3 jurusan yang dapat dipilih.

Pilihan pertama pada perguruan tinggi kedua ini aku memilih untuk melanjutkan study ku di kota kelahiran ku ini
aku mengambil jurusan yang berhubungan dengan pendidikan dan keuangan

Kemudian di pilihan kedua
aku mengambil perguruan tinggi yang berada di seberang pulau tempat ku bernaung saat ini
dan aku mengambil jurusan keuangan dan kesehatan

pada perguruan tinggi kedua ini aku memasukkan 2 berkas
berkas kedua adalah berkas yang ku ikuti saat pemerintah mencanangkan program untuk membantu mencerdaskan anak bangsa.
aku hanya mencoba, aku pikir ini adalah satu kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menggapai salah satu impianku..
***
Ketika kedua orang terhebat ku menanyakan hal ini
“mau kuliah dimana nanti yi kalau sudah lulus sekolah?”
Aku hanya menjawab
“aku bakalan melanjutkan kuliah ku jika kuliah ku dibiayai sampai selesai tapi bukan ibu dan bapak yang membiayainya”

Ibu sama bapak cuma tersenyum
Sebenarnya sih senyumnya penuh tanda tanya
karena jawaban ku yang menggantung

Dan aku mulai melanjutan kalimat ku
“rejeki itu pasti selalu ada kalau dicari, aku bisa kok bu kuliah sambil kerja”

Yah sebenarnya aku berkata seperti itu karena aku ini anak sulung dari 3 bersaudara.
Aku paham akan tanggung jawab ku

Kelak aku akan bertanggung jawab atas keluarga ku ini
Kelak aku yang akan melindungi keluarga ku ini
Kelak aku akan berada di posisi sebagai seorang bapak untuk melindungi keluarga ku ini
kelak aku akan berada di posisi sebagai seorang ibu untuk mengajarkan keluarga ku ini

Yah maklum di keluarga kecil dan harmonisku ini tak ada saudara laki-laki
Kelak nanti aku akan membuat mereka bangga dengan apa yang ku impikan
Tak ada salahnya bukan jika aku mempunyai banyak impian?

Yah dengan kalimatku seperti itu ibu menjawab dengan ketus
“kalau kuliah ya kuliah ga usah sambil kerja fokus sama kuliahmu”
aku hanya mengatakan
“jika aku ga mulai dari sekarang mau kapan lagi bu? Tunggu aku selesai kuliah baru kerja? Aku bisa kerja apa aja kok bu asal itu halal”

Oke aku hanya berprinsip selama aku bisa dan selama ada kesempatan maka aku akan melakukannya
nyerah?
engga ada kata nyerah di dalam prinsipku..

***
Pengumuman pada perguruan tinggi pertama lebih cepat
bahkan beberapa bulan sebelum UN perguruan tinggi tersebut sudah memberikan pengumuman
aku menuju ke kampus yang berada di seberang tersebut untuk melihat hasil pengumuman
sesampainya di kampus tersebut suasana masih tampak sepi
hanya segelintiran orang-orang yang bergentayangan disana
maklum saja pengumuman saat itu pada saat weekend..
jadi hanya ada beberapa orang yang melihat pengumuman tersebut dan beberapa mahasiswa yang berseliwiran .

Sesampainya disana aku tidak langsung menuju papan pengumuman
aku terdiam duduk hanya untuk memikirkan sudah siap kah aku melihat hasil pengumumannya

Tak terlalu lama aku berdiam diri seperti itu
Aku mulai memacu  langkah kakiku menuju papan pengumuman itu
aku mencari namaku dengan jurusan yang telah ku ambil
dan penglihatan ku pun tertuju kepada satu nama yang terpampang rapi di selembar kertas yang di tempel dipapan tersebut

entah aku harus senang atau bagaimana yang jelas aku hanya tersenyum memandangi papan pengumuman itu
aku hanya tak menyangka ternyata aku dapat merebut satu kursi di kampus tersebut

aku langsung menanyakan kebagian informasi
dibagian informasi menunjukan beberapa lembar kertas
disitu tertera administrasi yang harus dibayar dan diberi batas waktu hanya beberapa minggu

Setelah melihatnya aku menuju ke arah luar
aku tak langsung pergi pulang
aku mencari tempat duduk dan memikirkan hal tersebut

aku sudah dapat merebut satu kursi di kampus tersebut
dengan menyelesaikan semua administrasi maka aku akan sah menjadi salah satu mahasiswi disana
namun bagaimana aku harus menyelesaikan semua administrasi ku disana?
aku tak mempunyai tabungan untuk membayarnya
kalaupun aku kerja , harus kerja dimana agar mendapatkan uang sebanyak itu dengan waktu singkat?
tau rasanya dilema seperti apa?
ya seperti itulah perasaanku pada saat itu

aku memacu kendaraan ku menuju kerumah
sesampainya dirumah ibu menanyakan bagaimana hasil pengumuman tersebut
aku menjawab dan memberitahu bahwa aku lolos
kalian tau bagaimana ekspresi orang terhebatku pada saat itu?
beliau mengucap syukur dan memberikan ku senyum bangganya

ibu sangat antusias melihat salah satu anaknya mendapatkan salah satu impiannya
“kapan mau diselesaikan administrasinya yi?”
“belum tau bu,aku masih sibuk buat persiapan UN” jawabku
“apa bapak saja yang menguruskan administrasi mu?”
“tidak usah bu,nanti aku selesaikan jika ada waktu luang”

pikiran mulai tertuju kepada selembaran administrasi yang diperlihatkan kepadaku tadi
sebeneranya kedua orang terhebat ku ini dapat menyelesaikan semua administrasi ku

namun mau sampai kapan aku harus bertopang kepada mereka?

kedua orang terhebat ku ini selalu memikirkan masa depanku
kedua orang terhebat ku ini tak pernah lelah mendukung impianku
tapi tak ada salahnya bukan jika aku memikirkan kedua orang terhebatku juga?
tak ada salahnya bukan jika aku berkeinginan untuk membanggakan mereka?
Aku pikir aku sudah cukup sanggup untuk bertanggung jawab atas diriku sendiri
aku pikir aku sudah cukup sanggup untuk mencari uang sendiri
aku pikir aku sudah cukup sanggup untuk menyelesaikan urusan ku sendiri..

aku memikirkan hal tersebut
begitu dilemma

apa aku harus mengundurkan diri dari kampus tersebut?
atau aku harus menyusahkan kedua orang terhebatku kembali?
terkadang aku malu jika aku terus menerus bertopang kepada mereka diusia ku yang selalu bertambah ini
mau sampai kapan aku jadi anak yang selalu berharap kepada kedua orang terhebatku ini?

aku mulai berkonspirasi dengan hati kecilku
aku hanya meminta petunjuk dari Tuhan
dan mempercayakan pilihan  dengan hati kecilku ini
 

***

beberapa hari sebelum batas waktu administrasi ditutup
aku memberikan sebuah penyataan kepada kedua orang terhebatku

“bu,aku mengundurkan diri dari kampus itu”
“loh kenapa yi?”
yah bapak dan ibu begitu meradang mendengar pernyataanku
karena aku sudah lolos namun aku menyia-nyiakannya
“engga apa-apa, aku sudah memikirkannya. Aku akan menunggu pengumuman di perguruan tinggi kedua”
“kalau kamu ga lolos di kampus kedua gimana yi?kamu jangan melepaskan kesempatan gitu” cetus bapak


sebenarnya bukan aku tak bersyukur dengan kesempatan yang telah diberikan kepadaku saat itu
Sebenarnya bukan karena aku menyia-nyiakan kesempatan tersebut
Namun apa salahnya jika aku mengikuti hati kecilku ini

aku mulai menjawab pertanyaan bapak
“aku mengundurkan diri dari kampus pertama ya karena aku mau menunggu pengumuman di kampus kedua,kalaupun aku ga lolos aku bisa kok pak mengikuti jalur tes reguler. Kalaupun aku ga lolos juga ya aku bisa kok pak ikut tes kedua. Ya kalau ga lolos lagi berarti bukan rejeki ku tahun ini “ candaku

hanya kalimat seperti itu yang aku ungkapan
yah walaupun sebenarnya ada alasan lain mengapa aku berkata seperti itu

Bapak dan ibu terdiam
mereka hanya percaya pada pilihan yang kuambil

***

Keesokan harinya
teman-teman terdekatku dan bahkan pendidik terbaik ku menanyakan keputusan ku ini
betapa herannya mereka ketika aku nekat mengundurkan diri dari kampus tersebut.
tidak aku tidak nekat , aku hanya mempercayakan pilihan hati kecilku ini

tidak sampai 2 minggu UN pun aku segera datang
aku mulai berkonspirasi kembali dengan hati kecilku ini

sebenarnya pada saat itu hati kecil ini tidak begitu tenang
pertama karena UN yang akan menghampiri dan kedua adalah pengumuman di perguruan tinggi kedua
aku begitu memikirkan hal ini,
dapatkah aku mendapatkan salah satu impianku itu?

Beberapa hari kemudian pengumuman di perguruan tinggi kedua diumumkan
pengumumannya melalui internet

malam itu aku dan kedua teman ku bersama-sama melihat pengumuman tersebut
teman pertama ku pun membuka situs pengumuman tersebut
log in menggunakan nomor pendaftarannnya
dan terbukalah tulisan dari pengumuman tersebut
aku juga mulai memandangi layar tersebut
entah aku harus bicara apa yang pasti aku hanya melihat senyum pasrahnya
lalu teman kedua pun melakukan hal sama log in dengan nomor pendaftarannya
dan tampak lah sebuah pengumuman tersebut
aku paham rasa kecewa yang terpancar dari matanya
entah mengapa dengan hasil teman-teman ku tersebut aku malah merasa down
mereka yang aku akui sebagai teman-teman yang patut diperhitungkan dalam dunia persaingan tapi mengapa mereka malah mendapatkan hasil seperti ini
entah….aku tak mengerti
dengan menarik napas panjang aku melakukan hal yang sama dengan mereka
aku pun Log in dengan nomor ku
Dan aku melihat sebuah nama terpampang di layar ini
Aku sangat mengharapkan hal ini terjadi


Tuhan apakah ini yang kau berikan setelah aku merasakan keadaan yang tak baik?
Tuhan apakah ini yang dinamakan kebahagiaan?
tuhan apakah ini sebuah keberuntungan atau rejeki ku
Tuhan apakah engkau tau perasaanku saat ini

Tak ada habisnya aku mengucap syukur kepadamu ya rabb
Tampak wajah yang mengharu dan bahagia ketika mengetahui pengumuman ini
ibu dan bapak yang sedari tadi menunggu hasil pengumuman ku pun begitu terharu melihatnya

keesokan harrinya
pendidik terbaikku dan beberapa teman-temanku yang mengetahui kelolosan ku ini pun tampak heran
mengapa?
Mereka heran ketika aku nekat melepaskan namaku dikampus pertama untuk mendapatkan impianku dikampus kedua dan hasilnya kenekatanku itu malah menghasilkan sesuatu yang membuat mereka heran kembali.

aku ini bukan orang yang pintar atau cerdas,
Aku hanya orang yang menggunakan kesempatan yang telah diberikan kepadaku sebaik-baiknya
entah itu sebuah keberuntungan atau memang rejeki ku
Tapi aku percaya Tuhan memberikan tempat yang memang seharusnya kita ditempatkan
Dan aku percaya pilihan hati kecilku


Beberapa hari Kemudian ibu menanyakan kembali administrasi ku layaknya di kampus pertama
“yi,cepat di urus administrasinya”
“iya bu nanti ya”
“jangan nanti-nanti terus.berapa administrasi yang mesti di bayar?”
“engga tau bu,nanti aku tanyakan ya”

Sebenarnya pada saat itu aku tidak mengetahui pasti berapa nominal yang harus dikeluarkan
aku hanya menerka-nerka saja
ibu hanya mendesak ku untuk segera menyelesaikan administrasiku
Seperti kejadian pertama ,ibu sudah menyiapkan nominal yang harus aku bayar untuk menyelesaikan administrasiku
Tapi, aku harus mengusahakan sendiri
Dan awalnya pun ibu dan bapak tidak mengetahui bahwa aku diam-diam mengikuti program pemerintah tersebut
Pada saat aku mengumpulkan berkas-berkas program ini pun aku hanya beralasan untuk kebutuhan pendaftaran perguruan tinggi saja.

Aku tak mau sesumbar terlebih dahulu jika belum mengetahui hasilnya seperti apa
Jadi aku merahasiakan hal ini dari kedua orang terhebatku ini

Yap, aku mulai menunda kembali untuk menyelesaikan administrasiku
Sebenernya aku telah lolos di kampus ini dan mendapatkan program pemerintah tersebut
Namun aku harus melewati verifikasi terlebih dahulu
Apakah aku benar-benar mendapatkan program pemerintah ini atau tidak
Walaupun aku sangat yakin lolos verifikasi dan mendapatkan program tersebut  namun aku harus berdiam diri terlebih dahulu.


Dan beberapa hari kemudian ibu menanyakan kembali kapan aku akan menyelesaikan administrasiku
Dan aku beralasan kembali “habis UN ya bu”
Dan disaat itupun aku menunggu hasil verifikasi pada jam 8 malam
Aku membuka situsnya dan aku melihat hasil verifikasinya dan alhasil

Tuhan aku benar-benar mendapatkan apa yang ku impikan . batinku

UN pada saat itu pada pertengahan bulan april
betapa bebasnya aku ketika UN telah selesai
Betapa leganya aku tak ada beban yang kupikirkan selepas aku lulus sekolah ini

Dan beberapa hari kemudian dari selesainya UN ibu menanyakan kembali kapan aku akan menyelesaikan administrasiku ini
Maklum saja ibu sangat antusias melihat anaknya mendapatkan salah satu impiannya

Aku mulai memberitahu apa yang ku impikan saat itu
“ibu sama bapak ga perlu bayar apapun buat administrasiku” singkat ku
“loh kenapa yi?”sahut bapak
Alangkah penasarannya mereka ketika aku mengatakan hal tersebut
Lalu aku melanjutkan kalimat singkat ku tersebut
“iya,ibu sama bapak ga usah bayar administrasiku.aku dapat program beasiswa selama 4 tahun dan insyallah setiap semester aku yang akan mengurusnya. Ibu sama bapak tinggal doakan saja agar kuliah ku lancar dan aku dapat memenuhi syarat yang diberikan oleh pihak tersebut" jelasku

Aku hanya melihat senyum bahagia dari kedua orang terhebatku ini
aku telah membuktikan salah satu impianku yang kuucapkan di awal

Menunggu pengumuman UN memang lama
tapi pada akhirnya pengumuman tersebut datang juga

lulus dari sekolah tersebut aku cukup dilanda rasa jenuh
Mungkin teman-teman yang lain sibuk mengurus berkas-berkas maupun tes untuk melanjutkan studi di tingkatan yang lebih tinggi

Kejenuhan menghampiriku ketika semua begitu sibuk dan aku tak melakukan apa-apa

Aku mulai memutuskan untuk mencari sebuah perkerjaan
Yap aku hanya lulusan SMA dan aku mau kerja apa?
Pekerjaan itu banyak dan dan siapapun dapat bekerja

Pekerjaan itu selalu ada jika kita mau mencari dan menurunkan rasa gengsi kita
sesuatu yang di dasari rasa gengsi itu tidak baik bukan?
Ya tapi tergantung pribadi masing-masing sih hihi

aku memberitahu ibu dan bapak dengan keputusanku untuk bekerja
Mereka menentang
Seperti ucapan di awal kalau sudah kuliah ya kuliah jangan mikirin cari kerja
Dan lambat laun keluarga besarku pun tau bahwa aku akan bekerja
Sungguh mereka sangat mengkhawatirkan kesehatanku
Tapi aku pikir aku sanggup ko
Dan bagiku jika aku mempunyai keinginan maka aku akan bekerja keras mendapatkannya

Dengan berbagai argument-argumen yang ku keluaran alhasil bapak pun memberikan ijin untuk aku bekerja

Aku memasukan lamaran-lamaran ke berbagai instansi
Dan aku mendapatkan panggilan di salah satu resto seafood and Chinese food
Aku lewati babak  wawancara dan maaf buat manager ku saat itu aku tak mengaku bahwa aku adalah calon mahasiwi.
Beliau hanya tau aku lulusan SMA dan beliau memperlihatkan ijazah ku kepada ku dan berkata
“ nilai mu seperti ini mengapa kamu tak kuliah?”
Aku hanya tersenyum sebenarnya bingung juga mau jawab apa
Aku hanya bilang “nanti saya akan kuliah”
Entah manager ku berpikiran seperti apa yang jelas pada hari itu juga aku dapat langsung bekerja di resto tersebut.

Sebulan aku hanya mendapatkan 2 kali off, dan pada saat off pun aku menggunakan waktu sebaik mungkin untuk mencari info-info studi yang aku butuhkan aku juga menggunakan offku untuk sekedar refreshing.

Aku menikmati pekerjaan ku di resto tersebut
Yah walaupun kerja selama 12 jam dan sehari mempunyai waktu istirahat hanya 2 jam tapi aku menikmatinya

Customer di tempat tersebut sangat banyak
Bahkan ada salah satu pelanggan di resto tersebut yang setiap makan selalu memanggilku hanya untuk sekedar memesan menu.

Beberapa temanku banyak yang heran ketika aku bekerja
mereka tau alasanku untuk bekerja
Mereka sangat antusias makan di resto tersebut hanya sekedar ingin melihatku bekerja.
Sungguh lucu hihi

Aku sangat bangga ketika aku mendapatkan gaji pertama ku
Sebagian orang mengatakan gajiku tidak sesuai dengan jam kerja ku
Namun aku tak mempermasalahkan
Menurutku mendapatkannya dengan hasil keringatku sendiri itu jauh lebih bernilai
hihi

aku  bekerja ditempat tersebut tidak begitu lama
seminggu sebelum aku resmi hengkang dari tempat tersebut
aku berbicara empat mata dengan managerku

managerku kaget ketika aku meminta ijin seminggu lagi akan mengundurkan diri dari tempat tersebut.
Beliau berpikir ini sungguh dadakan
Beliau menyayangkan jika aku mengundurkan diri

Aku mengatakan bahwa aku harus mengurus keperluan ku untuk menjadi mahasiswi baru
Beliau sangat kaget
Dan seperti dugaanku beliau mengira bahwa aku bekerja mencari uang tambahan untuk kuliahku

“keterima dimana furry?kapan tesnya?”
“keterima dikampus A, saya tidak ikut tes tapi sebelum UN saya memang keterima dikampus A “
“kalau boleh tau berapa biaya administrasi yang harus dibayar?”
“saya tidak membayar administrasi apapun,saya mendapatkan beasiswa selama 4tahun”
Beliau hanya menampakkan wajah kaget dan kemudian tersenyum
“selamat ya furry.saya mendukung pilihanmu”

Seminggu dari itu aku akan sah hengkang dari tempat tersebut
Dan para karyawan lain yang tergolong lebih tua dari aku mulai heboh membicarakan hengkangnya aku dari tempat tersebut.
Dengan berkata terus terang di depanku mereka amat menyayangkan aku tak bekerja disitu kmbali

Sungguh aku merindukan sesi icip-icip masakan para koki ketika jeda istirahat kerja
Sungguh aku merindukan keadaan dan para pekerja ditempat tersebut

Aku pikir aku telah mendapatkan pengalaman baru

Pengalaman dimana aku menghadapi berbagai para karyawan dengan sifat dan sikap yang berbeda
Pengalaman dimana aku menemukan customer yang dengan sifat dan sikap yang berbeda pula
Dengan waktu yang singkat setidaknya aku mulai memahami setiap sudut pandang,sifat dan sikap dengan berbagai watak yang berbeda dan orang yang berbeda pula

Percayakan setiap keinginan dan impian mu kepada Tuhan dan hati kecilmu. Sesungguhnya Tuhan tau proporsi seperti apa yang akan diberikan kepada kita.


Dan sekarang kurang lebih sudah 2 tahun aku merasakan bangku pilihaku ini
Kalian tau setiap pribadi itu berbeda
Aku pikir dengan pengalaman yang telah kudapatkan
Aku bisa mengimbangi atau hanya sekedar mengerti setiap pribadi seseorang

Beberapa dari pribadi orang telah aku perhatikan
Ada yang secara langsung mengatakan kepada temanku yang mempunyai keadaan yang sama dengan ku

“ah kamu itu kuliah gratisan aja tuh”

Mungkin ia tak mengucapkan hal itu untukku
Namun aku hanya memperhatikan ucapannya

Dan aku hanya memperhatikan sembari membatin

Kuliah kami memang gratis bahkan untuk beberapa tahun kedepan,namun aku tidak malu atau marah jika kamu berbicara dengan perkataan seperti itu. Aku malah bangga dengan apa yang dapat aku raih.setidaknya aku tidak bertopang terus-terusan kepada kedua orang tuaku. Setidaknya aku bukan hanya seorang anak yang berlindung di ketiak orang tua ku. Setidaknya aku bukan anak yang tak tau caranya untuk bekerja keras.setidaknya aku bukan anak yang taunya hanya meminta tapi tak memberi dan setidaknya aku dapat membuat orang tua ku bangga dengan kerja keras ku.


Entah seperti apa orang menilai hal ini
Aku hanya berpikir bukan untuk sehari dua hari kedepan tapi aku memikirkan untuk beberapa tahun kedepan dan aku telah menargetkan kembali impianku untuk masa depan ku kelak.dan untuk sekarang aku hanya fokus dengan syarat yang diberikan agar program yang diberikan ke padaku tidak dihentikan begitu saja. sebagian orang mengatakan study itu nomor satu. Namun aku berpandangan studi itu akan menjadi nomor satu jika kita juga fokus untuk bersosialisasi.


Intinya jangan terlalu serius mengejar targetan jika tidak sesuai maka kau akan merasa sakit

Banyak lah bermimpi dan wujudkan impian mu satu persatu dengan kerja keras dan keyakinan mu. Jika kamu berkeinginan maka carilah jalan untuk menggapai keinginanmu.

3 komentar:

Unknown mengatakan...

hi dear Furry, this is a nice writing, really good, I should say.
mungkin karena aku ada di kondisi yang sama, haha.
tapi kamu benar, sebagai anak sulung, ada banyak hal yang harus kita pertimbangkan.
sometimes, I almost surrender, but then I realize, there's no reason to give up easily.
we're born as tough ladies. :D
anyway, keep fighting for your dreams!
cheers, Nazla. :D

Unknown mengatakan...

hi dear Furry, this is a very nice post, really good one, I'd say.
this represents what I've been thinking too, cause we're in a same condition. hehe.
yeah, sometimes I almost surrender, but then I remember that Allah gives us this barrier because Allah knows that I'll make it through.
and I'm sure that you are as tough as me, maybe even tougher. :)
so keep fighting for your dreams and good luck for your study!
wish I can talk to you later, someday.
cheers. :D

furry aprianingsih mengatakan...

hi nazla,thanks a lot dear :) we're a tough ladies hihi and good luck for you too. aku harap bisa berbicara dengan mu nanti :)

Posting Komentar

 

sticky notes

we should able to resolve our differences
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

readers

Strawberry On Top Of Cupcake

Labels